Tips Berbelanja Akhir Tahun

Menjelang tutup tahun, biasanya muncul banyak tawaran belanja di mana-mana. Diskonnya gila-gilaan yang akibatnya sering membuat orang "ngiler". Bagi yang punya uang lebih, tak masalah jika ingin memanfaatkan momen akhir tahun dengan berbelanja, karena tidak akan mengganggu keuangan (cash flow) keluarga. Apalagi, barang yang akan dibeli memang dibutuhkan, bukan sekadar karena harga barang itu sedang murah. Yang penting, ada sejumlah pesan agar kita tak menyesal setelah memborong banyak barang yang didiskon.

Pertama, buat daftar prioritas belanjaan Anda.Ya, sebelum berangkat, sebaiknya membuat daftar atau lis barang yang akan dibeli berdasarkan skala prioritas dan harganya

Setelah itu, coba bandingkan harganya (second opinion). Sebelum membeli, satu barang, bandingkan harga barang tersebut di beberapa tempat, sebaiknya lebih dari dua tempat. Dengan cara demikian, kita akan mendapatkan gambaran tentang kondisi barang dan variasi harganya. Yang kita pilih tentu barang yang kondisinya prima dan harganya paling rendah.

Kemudian, periksa jenis diskon yang ditawarkan.Terkadang, papan harga diskon tidak sesuai dengan barang, kemungkinan barang itu berpindah oleh pembeli lain yang mengurungkan membeli barang itu, dan mengembalikan tidak di tempat semula.

Diskon sering tidak berlaku untuk barang tertentu, jadi jangan malu bertanya tentang harga yang sesungguhnya setelah didiskon.

Jangan lupa pula untuk membatasi Kartu Debit/Kartu Kredit Anda. Biasanya, untuk barang yang harganya jutaan rupiah dan bisa dicicil beberapa kali, hitung dulu jumlah akhirnya untuk mengetahui harga yang sesungguhnya dan untuk mengetahui apakah harga cicilan itu dikenai bunga atau tidak. Jika harga cash atau bayar kontan sama dengan harga cicilan, artinya bunga 0%. Jiak harus membeli barang dengan cara mencicil, perhitungkan jumlah cicilan tiap bulan agar tak mengganggu belanja rutin.

Orang keuangan biasanya mensyaratkan, total cicilan tak boleh lebih dari 30% dari total pendapatan. Pembayaran dengan kartu debit juga harus dibatasi, karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dicukupi.

Yang terakhir, usahakan jangan sendirian ketika berbelanja. Agar saat berbelanja terkontrol, disarankan kita mengajak teman, istri/suami, anak, atau kakak/adik. Mereka dapat kita mintai pertimbangan tentang kondisi barang maupun mendesak tidaknya pembelian barang itu. Teman/istri/suami/anak atau kakak/adik, dapat membantu membawakan barang jika volumenya besar dan banyak, sehingga tidak bisa dibawa sendiri. (saksono)

BERITA TERKAIT

Sumsel Targetkan Kemiskinan Turun Satu Persen Setiap Tahun

Sumsel Targetkan Kemiskinan Turun Satu Persen Setiap Tahun   NERACA Palembang - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan…

Hingga Akhir 2019, Sembilan Ruas Jalan Tol Bakal Diresmikan

      NERACA   Jakarta - Sebanyak 9 ruas jalan tol dengan panjang keseluruhan sekitar 406,14 Km secara bertahap…

Selama 42 Tahun Berkarya - Kapitalisasi Pasar Capai Rp 7.205 Triliun

NERACA Jakarta – Eksistensi industri pasar modal setelah 42 tahun diaktifkan kembali oleh pemerintah Indonesia, telah mencatatkan pencapaian yang cukup…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…