Pilih Kurikulum Tepat Untuk Lembaga Bimbel Anda

Belakangan ini, pendidikan tambahan di luar jam sekolah untuk sangat ini sudah sangat diperlukan. Aapalagi banyak kalangan seperti orangtua, turut berkeinginan agar anaknya bisa menjadi anak yang lebih cerdas dan pintar dalam menempuh pendidikan.

Utamanya, Bimbel ini dipeeuntukan pada anak usia tingkat SD,SMP,dan SMA/SMK Sederajat. Apalagi menjelang kenaikan kelas atau kelulusan. Tentunya, banyak orangtua yang ingin anaknya melanjutkan pendidikan ke sekolah atau universitas yang baik. Makanya, itu membuat prospek bisnis di dunia pendidikan ini tetap terbuka lebar.

Ya, Bimbingan belajar merupakan suatu usaha atau bisnis yang tetap berjalan sampai kapan pun seiring dengan maju nya pedidikan serta teknologi informasi baik itu mulai tingkat pedesaan dampai kota besar, menjadikan bisnis ini tetap hidup.

Tetapi sebagai penyelengara bimbingan belajar, si pemilik harus mempunyai kemampuan dalam hal keahlian seputar pendidikan dan cara mengelola manajemennya agar dapat lembaga pendidikan yang dimiliki dapat tumbuh dan berkembang secara baik.

Ada beberapa bidang pelajaran yang sering menjadi materi bimbingan belajar secara umum, antara lain adalah:

Program mata pelajaran yang masuk kategori UN ( Ujian Nasional ) sesuai dengan tingkat pendidikan sekolah. Program study bahasa, seperti bahasa Inggris, Mandarin dan lainya, karena bahasa merupakan pengantar komunikasi verbal di masa global. Dan program pembelajaran teknologi informasi. Misalkannya seperti kursus Komputer.

Nah, dalam membuat program, sudah seharusnya Anda mempunyai pengetahuan tentang bagaimana mengembangkan kurikulum untuk tempat kursus Anda. Biasanya, tak hanya orangtua, anak juga kian kritis masalah kurikulum belakangan ini.

Materi pelajaran yang diberikan lembaga bimbel haruslah sesuai dengan kurikulum yang dipakai sekolah anak. Pihak lembaga bimbingan belajar harus dapat menunjukkan kesamaan antara silabus dengan kurikulum sekolah. Pihal lembaga kursus harus mampu menyesuaikan tuntutan orangtua soal pendidikan anaknya.

Dengan demikian, latihan-latihan yang diberikan lembaga bimbel pun hendaknya bermutu, tidak terlau mudah dan tak terlalu sulit bagi anak. Akan lebih baik lagi, jika soal yang diberikan tidak berbeda dari soal ujian nasional. Selain itu, contoh serta ilustrasi yang digunakan pun sebaiknya menarik dan mudah dipahami. Hal-hal tadi, bisa dilihat sekilas oleh orang tua melalui modul belajar yang diberikan.

Oleh sebab itu, lembaga bimbingan belajar hendaknya menyediakan modul belajar yang menarik, tak hanya berupa kertas hasil photocopy saja. Nah, untuk menghadirkan itu semua, sebuah lembaga pendidikan harus didukung pengajar-pengajar yang profesional.

Faktor pengajar sangat berpengaruh dalam proses belajar anak. Jadi, staf pengajar bimbel hendaknya mampu memahami karakter setiap anak didiknya. Orang tua bisa memeriksa para pengajar bimbel melalui latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya, apakah sesuai dengan materi yang diajarkannya atau tidak.

Dalam mengajar bahasa asing misalnya, banyak lembaga bimbingan belajar anak menggunakan tenaga native speaker (pengajar asing). Lembaga bimbel dengan native speaker, patut menjadi pilihan karena dipastikan mereka adalah guru pembimbing yang memiliki pemahaman tata bahasa yang baik.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol NERACA Jakarta - KPK mengusulkan Rp20 triliun dari APBN digunakan untuk membiayai kegiatan…

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…