Menjaga Kulkas Agar Tetap Sehat

Jika ingin mengundang kawan, sahabat, atau keluarga ke café di rumah, jangan lupa mengisi kulkas dengan berbagai makanan sehat. Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) mengingatkan bahwa pola makan 4Sehat 5Sempurna yang digagas pertama kali oleh Bapak Gizi Indonesia Prof Poerwo Soedarmo pada 1950an tersebut sudah tidak relevan di zaman sekarang.

Sekarang ini, yang lazim disebut makanan yang sehat bergizi adalah yang sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Pola PGS tidak sama rata dengan setiap orang yang berbeda usia, status kesehatannya, dan aktivitas fisik. Karenanya masing-masing kelompok mempunyai proporsi yang berbeda-beda. Istilah PGS mulai memasyarakat sejak disahkannya UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Gizi Seimbang dalam program perbaikan gizi.

Gizi Seimbang menurut KFI, adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Di antara makanan bergizi itu adalah jenis buah-buahan segar, sayuran segar disarankan yang lokal, dedaunan lalap, telor, susu, keju, yoghurt, daging beku, daging ayam beku, ikan segar.

Untuk itu, secara berkala, isi kulkas harus diperiksa. Adakah material yang harus dikeluarkan karena busuk, atau menjelang busuk, atau ada bahan yang seharusnya tak perlu dimasukkan dalam kulkas. Misalnya, selai, keju, dan saos. Sebab, jika dimasukkan ke kulkas dan beku, akan menyulitkan saat hendak diperlukan.

Buah dan sayuran juga punya umur berada di kulkas. Janan biarkan buah-buahan dan sayuran membusuk sebelum sempat dikonsumsi. Sebaiknya sayur dan uah yang cepat busuk tak perlu dimasukkan ke kulkas kecuali dikemas hingga tak mudah busuk. Agar tak meninggalkan kuman penyakit, hendaknya telor, daging, dan ayam dicuci sebelum disimpan di kulkas. Demikian juga buah dan sayuran, jangan dibiarkan membawa masuk kotoran ke kulkas, kalau tak ingin kulkas berbau dan kotor. (saksono)

BERITA TERKAIT

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Polemik Pemilih Tetap, Kemendagri Tidak Bisa Intervensi

  Oleh : Ahmad Bustomi, Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh dikritik oleh…

Agar Likuiditas Cukup, BPD Diminta Aktif Di Pasar Uang

      NERACA   Jakarta - Seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia diminta untuk lebih aktif bertransaksi di…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Uang Muka Tinggi Dinilai Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah

Uang Muka Tinggi Dinilai Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah NERACA Jakarta - Head of Innovation and Strategy OCBC NISP, Ka…

Danamon Luncurkan Pembiayaan Properti Syariah

Danamon Luncurkan Pembiayaan Properti Syariah NERACA Balikpapan - Pameran produk perbankan syariah "Expo Perbankan Syariah IB Vaganza" Balikpapan menjadi kesempatan…

Survei Ungkap Hunian Dengan Konsep Berbagi Ruang Makin Digemari

Survei Ungkap Hunian Dengan Konsep Berbagi Ruang Makin Digemari NERACA Jakarta - Jones Lang LaSalle (JLL), perusahaan riset dan manajemen…