Sulap Dapur Menjadi Cafe - AGAR BETAH DI RUMAH

Kebiasaan nongkrong di cafe sebetulnya bisa dipindahkan ke rumah, tentunya dengan menghadirkan suasana cafe di rumah. Itu akan membuat Anda tak perlu lagi ke cafe untuk bersantai, karena di rumah cafe yang tak kalah hebat telah tersedia.

NERACA

Sebagian masyarakat kelas menengah suka melepas capai selepas kerja dengan mendatangi café hingga tengah malam. Itu sebabnya, di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, café menjamur di mana-mana. Ada banyak macam café bisa kita datangi sesuai dengan selera. Ada café yang bernuansa country, biasanya dipenuhi dengan pernik-pernik koboi. Cafe bernuansa Hawaian, antara lain berciri banyak bahan dari alam, kayu, bilik, dedaunan, dan kelapa. Atau café bernuansa tradisional kedaerahan. Daerah Yogya, misalnya, kursi-kursi berupa balai-balai besar dan panjang dari kayu.

Ya, kebiasaan nongkrong di café sebetulnya bisa dipindahkan ke rumah, dengan menghadirkan suasana café di rumah. Ruang yang pas disulap jadi café tentu saja dapur, karena di sanalah pusat logistik berada. Jika demikian, kita bisa mengajak teman se kantor, para sahabat, juga keluarga dekat untuk menikmati suasana café.

Jadilah dapur laksana café. Tidak sekadar dapur yang dilengkapi dengan meja makan saja, tapi juga dibuat sedemikian rupa agar di ruang itu tidak hanya makan-makan dan minum kopi. Suasana hiburan juga bisa dihadirkan di sana. Dapur juga boleh dilengkapi dengan televisi dan audio visual lainnya. Tak hanya bisa nonton film, tapi juga berkaraoke bersama. Agar suasananya lebih santai, kursi model sofa juga tak salah jika dihadirkan di ruang dapur rumah kita yang besar. Musik dan lagu yang diputar tentu saja juga mencerminkan suasana atau model café yang dihadirkan di rumah. Kalau suasana Jawa atau Yogya yang muncul, tentu musiknya jenis keroncong dan gamelan. Kalau suasana Sunda, tentu musiknya dipilihlah degung.

Ciri khas rumah besar yang menghadirkan suasana café adalah menempatkan sejumlah sloki dengan posisi digantung di atas meja. Kursi yang cocok atau disukai adalah yang posturnya tinggi, di kakinya terdapat pijakan kaki. Di belakang meja tempat sang koki meracik makanan dan minuman sering ditempatkan almari atau rak kaca yang berisi gelas-gelas atau koleksi botol minuman bersoda. Lampunya pun kadang dipilih yang bercahaya redup, tapi juga harus ada lampu terang jika kita ingin membaca buku atau koran atau majalah di sana sambil minum kopi atau teh nasgithel (panas, legi, kenthel).

Dapur café, biasanya berada tak jauh dari ruang tamu. Sebutlah contohnya, rumah HR Agung Laksono, menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat (Menko Kesra) yang ada di kawasan Polonia, Cipinang, Cempedak, Jakarta Timur.

Dapur Bersih

Keberadaan dapur café itu tentu masuk kategori sebagai dapur bersih. Artinya, tak boleh ada sampah terlihat di lingkungan dapur tersebut. Kalaupun ada sampah bekas bungkus, kuah, plastik, atau irisan sayuran dan kulit buah, bisa kita buang di bak atau keranjang sampah yang tertutup. Agar sampah cair yang merebes ke luar bak atau keranjang sampah, harus dilapis plastik. Tempatkan keranjang sampah itu di tempat yang tak terlihat dari tempat duduk. Jika perlu, usai memasak, keranjang sampah dan isinya segera dibawa keluar.

Banyak aktivitas yang dapat kita lakukan saat berada di dapur café. Membaca, mengetik di laptop, rapat keluarga, maupun untuk sarapan, atau makan malam. Agar kita betah berada di dapur untuk berbagai keperluan tersebut, tempat itu harus memenuhi sejumlah persyaratan. Selain harus dalam keadaan bersih, dapur café juga harus mempunyai pencahayaan yang cukup, memiliki sirkulasi udara yang banyak, karena,biasanya suasana dapur itu panas, karena ada kegiatan masak-memasak..

Nadia Yuniardo, seorang ibu rumah tangga menasihati, dapur yang sehat itu harus terang, baik terjangkau oleh sinar matahari maupun oleh lampu penerangan. Dengan banyaknya cahaya yang masuk, akan menangkal hadirnya jamur akibat udara yang lembab. Menurut dia, udara yang lembab juga bisa mengundang kecoa dan tikus.

“Dapur yang bersih, terang, dan kering dapat mencegah dari berbagai penyakit,” tuturnya. Karena itu, usahakan mencuci perabot yang kotor, jangan biarkan menumpuk di tempat cuci piring, lalu dilap agar kering, dan kembalikan ke tempat parkir semula.

Agar tak mengecewakan tamu dapur, ruangan itu harus dilengkapi dengan kulkas, bahan untuk membuat aneka minuman,seperti gula, teh, susu, kopi, sirup, buah-buahan untuk dijus atau langsung dimakan. Karenanya perlu dilengkapi dengan blender atau mixer. Selain itu, perabotan lainnya berupa penggorengan, panci, piring, mangkok, sendok dan garpu, oven, gelas, sloki, . Jika ingin menyajikan nasgithel yang khas, siapkan satu set cangkir , teko, dan nampannya. Gulanya gula batu putih. Jika suka minuman dingin, coba siapkan blender, bubuk capucinno sachetan, es batu. Buatlah es capuccino. Bisa ditambahi pisang ambon. Jika suka kentang goreng, siapkan kentang iris beku, bumbunya garam dan lada halus. Biar kentang goreng tak makan minyak, kentang tak perlu digoreng, tapi dimasukkan dalam oven, tunggu beberapa menit, siap disajikan. Jadi, beranikah mencoba menghadirkan café ke rumah? (saksono)

BERITA TERKAIT

Siapkan Capex Rp 620 Miliar - MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan…

Dunia Usaha - Agar Industri Plastik Sekali Pakai Beralih Produksi Daur Ulang

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mengimbau kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk menghentikan produksi plastik…

Wacana Abdi Negara Bekerja di Rumah

  NERACA Jakarta – Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal mendapat kesempatan untuk bisa bekerja di rumah. Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Bank Dunia Apresiasi Program Sejuta Rumah Pemerintah

  NERACA Jakarta - Bank Dunia mengapresiasi program Sejuta Rumah yang dibuat oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) sebagai salah satu…

Pertumbuhan Pasokan Perkantoran di Jakarta Melambat

  NERACA Jakarta - Perusahaan konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa pertumbuhan pasokan perkantoran di wilayah DKI Jakarta terus melambat…

Tukang.com Komitmen Kembangkan UKM

  NERACA Jakarta - CEO tukang.com Aziz Hartanto mengatakan berkomitmen untuk kembangkan usaha kecil menengah (UKM) dengan menggandeng sejumlah pelaku…