Memilih Model Dapur Sesuai Bentuk Ruangan

Sabtu, 22/12/2012

Bagi setiap keluarga, dapur adalah salah satu ruangan yang cukup vital, karena itu kehadiran dapur di setiap rumah hukumnya wajib. Sebab, dapur adalah pusat layanan logistik keluarga. Jika jumlah ruangan dalam rumah terbatas, bahkan lebih baik tak punya ruang makan, tapi tetap harus memiliki dapur. Jadi, ruang makan pun bisa dipindah ke dapur atau memultifungsikan ruang keluarga sebagai ruang makan.

Tetapi ada pula konsep ruang makan memang sengaja menyatu dengan dapur, lebih praktis dan tidak repot mengangkat dan memindah makanan dari dapur ke ruang makan.

Dalam dapur yang standar, setidaknya harus menyiapkan tempat untuk cuci piring, rak piring dan gelas, sendok, perabotan dapur seperti panci dan penggorengan, oven kalau ada, tempat kompor dua tungku, meja untuk meracik makanan atau membuat minuman.

Agar efektif dan terlihat rapi, perabotan dapur dan peralatan makan dapat ditempatkan dalam rak atau laci-laci. Laci-laci dan rak penyimpanan itu dinamakan kitchen set, baik yang letaknya menggantung di tembok maupun menempeldi tembok bagian bawah.

Bagian atasnya dapat dimanfaatkan sebagai meja eksekusi, yaitu untuk meracik dan menyiapkan makanan dan minuman. Jika meja eksekusi itu luas, bisa saja dimanfaatkan sebagai meja makan. Biasanya, meja makan diadakan sendiri yang letaknya terpisah dengan kitchen set.

Empat Model

Ada empat model struktur dapur yang bisa dihadirkan di rumah. Model itu tentu saja menyesuaikan selera dan ruangan yang tersedia. Pertama, tipe memanjang atau single line, yaitu satu sisi ruangan. Dalam satu sisi, terdapat tempat cuci, kompor, rak piring/gelas, tempat menaruh bumbu-bumbu, termasuk kecap dan saus.

Kedua, tipe koridor atau double line, yaitu terdapat di dua sisi yang saling berseberangan. Dari kedua sisi itu, salah satunya dipakai untuk kawasan basah, yaitu tempat cuci piring yang berderet dengan rak piring, gelas, sendok, garpu, maupun kompor. Sisa barang bisa ditempatkan di kitchen set sisi lainnya. Satu sisi untuk kawasan basah, sisi lainnya kawasan memasak dan untuk menyiapkan penyajian. Di sisi kedua itulah biasanya ditempatkan kulkas.

Ketiga, tipe L, posisi L itu termasuk yang paling banyak peminatnya. Selain simpel, juga mudah menjangkau seluruh sisinya, sejak tempat cuci piring, kompor, rak penyimpanan, hingga ke kulkas. Yang lazim, sisi panjangnya dipakai sebagai areal memasak.

Keempat, tipe U atau angkare. Dengan model U, tentu terdapat banyak rak dan laci penyimpanan. Model ini biasanya dipilih jika ruangan dapur cukup luas sehingga pada bagian tengah ruang dapur itu bisa ditempatkan meja dan kursi makan.

Zonasi

Adanya banyak sisi dapur tersebut dapat dipisahkan menjadi tiga zonasi. Yaitu, kawasan basah dan suplai air, kawasan memasak, dan zona penyimpanan. Pemilihan zona itu tentu menyesuaikan posisi ruangan, keberadaan pintu dan jendela. Kompor tentu ditempatkan yang memiliki sirkulasi udara paling banyak agar udara panas saat memasak segera dingin. (saksono)

Topik Terkait

model meja kompor