Strategic Holding Cara Jitu Semen Gresik Kuasai Pasar - Perkokoh Industri Semen

NERACA

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan masih positif ditahun depan memicu maraknya pembangunan infrastruktur dari proyek pemerintah ataupun swasta. Tentunya, kondisi ini juga akan memberikan berhak bagi industri semen yang bakal kebanjiran permintaan.

Melihat peluang tersebut, PT Semen Gresik Tbk pun menggentot produksinya 25 juta-26 juta ton pada 2013. Kini, guna menguasai pangsa pasar, perusahaan semen milik negara ini juga tengah merencanakan strategic holding dengan membentuk PT Semen Indonesia (Pesero) Tbk. Dimana anggotanya adalah Semen Tonasa, Semen Padang, dan Semen Gresik.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, strategic holding ini sebagai respons BUMN persemenan di bawah Semen Gresik Grup terhadap perkembangan dunia bisnis di Indonesia. Terlebih lagi saat ini kompetisi industri semen yang semakin ketat, “Terdapat potensi tekanan terhadap marjin yang sangat dipengaruhi oleh peningkatan persaingan bisnis. BUMN persemenan harus melakukan optimalisasi kinerja, pelayanan dan kualitas pengelolaan bisnis. Karena itulah, kami di Semen Gresik Group yang terdiri atas tiga perusahaan melakukan transformasi korporasi menjadi Semen Indonesia," katanya.

Dia menjelaskan, strategic holding ini bukan berarti sebagai bisnis semen yang sentralistik. Namun manfaatnya adalah saling menguntungkan masing-masing perusahaan. Baik semen Gresik, Semen Tonasa dan Semen Padang akan diberikan kebebasan dalam berinovasi mengembangkan pasar. Bedanya, persemenan akan berjalan lebih integral.

Dampak lain, akan juga tercipta Cost Leadership yang terkelola dengan baik sehingga ekspansi yang dilakukan lebih tepat guna dan tepat hasil. Banyak bukti yang menunjukkan jika bisnis ini berjalan secara intregal dengan strategic holding akan lebih fokus dan berujung pada peningkatan kinerja masing-masing perusahaan. Persaingan industri semen baik dalam maupun luar negeri semakin ketat.

Kata Dwi, strategic holding ini akan memisahkan fungsi oprasional dan fungsi holding. Selama ini, Semen Gresik Grup dengan sejumlah anak perusahaannya itu hanya sebatas fungsional holding dan Semen Gresik menjadi induk perusahaan dan sekaligus menjadi pemain yang memproduksi dan memasarkan semen. Ke depan dengan terbentuknya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini ketiga anak perusahaan ini akan menjadi operating company.

Tingkatkan Daya Saing

Dwi juga mengungkapkan, berdasarkan kajian tim independen, pembentukan strategic holding dengan segala manfaat-manfaatnya diperkirakan dapat meningkatkan daya saing dan memberi kontribusi nilai tambah positif terhadap kelompok usaha semen, “Jika kinerja di masing-masing perusahaan tersebut terus meningkat, tentu saja dampak ke perekonomian di masing-masing daerah yang menjadi basis perusahaan juga akan semakin positif,”tandasnya.

Oleh karena itu, dirinya menyakini, cara ini akan memberikan multiplier effect ekonominya cukup besar. Misalnya dalam hal mendorong kegiatan ekonomi daerah, menyerap tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan menjadi stimulus bagi pembangunan infrastruktur di masing-masing daerah, mulai dari Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, hingga Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Asal tahu saja, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) telah melakukan kesepakatan penjualan dan pembelian bersyarat (CSPA) dengan Ha Noi General Export- Import Joint Stock Company (Geleximco), Vietnam. Melalui kerjasama ini, menjadikan Semen Gresik sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan semen nomer lima terbesar di Yietnam, Thang Long Cement. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

Penggunaan Teknologi di Era Industri 4.0 Dongkrak Produktivitas IKM

NERACA Bogor - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan teknologi era revolusi industri 4.0 akan mampu mendongkrak produktivitas industri manufaktur…

Mengkritisi Upaya Membuka Pasar Baru Dunia

Oleh: Pril Huseno Forum “Seminar Perdagangan Nasional dan Dialog Gerakan Ekspor Nasional” yang digagas Kadin, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…