Tahun Depan, Voksel Electric Targetkan Penjualan Rp 2,87 Triliun

NERACA

Jakarta – Tahun depan, perusahaan kabel PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menargetkan penjualan Rp2,87 triliun. Target tersebut tumbuh 16,2% dibandingkan dengan target proyeksi akhir tahun ini sebesar Rp2,47 triliun.

Presiden Direktur Voksel Electric Heru Gondokusumo mengatakan, peningkatan target penjualan tersebut diyakini terealisasi karena seiring perseroan memperbesar kapasitas kabel, “Adapun peningkatan tersebut seiring dengan rencana kami untuk memperbesar kapasitas mengingat permintaan power kabel dan optical fiber yang terus bertumbuh seiring dengan banyaknya proyek di tahun depan," katanya di Jakarta, Senin (17/12).

Selain itu, perseroan juga menargetkan laba sebesar Rp174 miliar dari perolehan tahun ini yang diperkirakan Rp142 miliar atau mengalami kenaikan 22,5%. Maka untuk mencapai target penjualan dan laba, perseroan mensiasatinya pula dengan melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan penjualan kabel untuk proyek swasta dan pemerintah.

Dia menuturkan, dari total penjualan, sebesar 60% disumbang dari permintaan power kabel untuk transmisi dan distribusi line baik oleh PLN maupun pihak swasta. Sedangkan 10% berasal dari Telkom, 20% untuk kebutuhan optical fiber, dan 10% sisanya dikontribusi dari penjualan ekspor.

Siapkan Capex Rp 40 Miliar

Disamping itu, perseroan juga menganggarkan belanja modal (capex) pada 2013 sebesar Rp40 miliar. Sedangkan penggunaan belanja modal hingga akhir tahun mencapai Rp56 miliar.

Kata Heru Gondokusumo, dana belanja modal tersebut diperoleh melalui sumber dana internal. Sementara untuk dananya akan digunakaan untuk kebutuhan ekspansi produksi, proyek swasta partisipasi, dan juga kebutuhan mesin optikal fiber, "Dana belanja modal kami gunakan untuk ekspansi upaya memenuhi kebutuhan perusahaan, selain itu kebutuhan data sangat besar, hampir semua provider sekarang. ekspansi ke optikal fiber jadi upaya memenuhi kebutuhan pasar kami berupaya meingkatkan produksinya,"paparnya.

Lebih lanjut menurutnya, belanja modal tersebut diperoleh dari kas internal saja, hingga saat ini perusahaan belum membutuhkaan tambahan kredit, karena bila dilihat dari perolehan EBITDA perusahaan yang masih cukup, sebesar Rp248 miliar, “Kita lihat dari ebitda kami yang masih cukup untuk mendanai capex sebesar Rp40 juta, kami rasa belum perlu meminjam ke bank,"ujarnya.

Sebagai informasi, seiring dengan tingginya permintaan kabel pada tahun depan, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) meningkatkan kapasitas produksi sebesar 27.500 ton per tahun atau meningkat sekira 17% di 2013. Sedangkan kapasitas tembaga diproyeksikan menjadi 9.000 ton dari sebelumnya 6.500 atau naik 38,5% dari tahun ini.

Sedangkan untuk fiber optik, perseroan meningkatkan kapasitas menjadi 1,44 juta fiberkor km dari kebutuhan tahun ini 1,2 juta fiberkor km,"Kami meningkatkan kapasitas untuk fiber optik karena kami melihat besarnya permintaan serta kebutuhan pasar akan kabel data ditahun depan, target kami 1,44 juta dibandingkan sebelumnya 1,2 juta,"kata Heru.

Saat ini perseroan telah menjadi vendor untuk penggantian dari kabel tembaga ke kabel optik kepada PT Inti dan PT LEN. Selain itu, kebutuhan fiber optik dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun akan meningkat karena adanya penyambungan GPS yang menggunakan kabel optik. (bani)

BERITA TERKAIT

Bukukan Penjualan Rp 106,74 Triliun - Porelahan Margin HM Sampoerna Makin Tebal

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penjualan bersih Rp106,74 triliun atau naik 7,72% pada…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol NERACA Jakarta - KPK mengusulkan Rp20 triliun dari APBN digunakan untuk membiayai kegiatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…