Pemerintah Bertekad Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja Baru

NERACA

Jakarta - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa bertekad menciptakan hingga satu juta lapangan kerja baru. Adapun, investasi yang diperlukan dapat menyediakan lapangan kerja untuk 599.000 orang memerlukan investasi Rp390 triliun. Selama 9 bulan di 2012, setiap 1% pertumbuhan ekonomi hanya bisa menciptakan lapangan kerja bagi 180.000 orang. Hal ini menjadi sebuah peringatan untuk pemerintah agar segera menyiapkan skema kebijakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. “Untuk mencapainya, harus kita jaga momentum investasi. Mumpung sekarang investasi itu mengalir ke Indonesia cukup baik,” ujarnya seusai rapat koordinasi percepatan penciptaan lapangan kerja di kantornya, Senin (17/12). Hatta mengatakan, perlunya menjaga iklim berusaha tersebut agar tidak ada perusahaan yang mengalami pailit dan menutup usaha, serta mendorong pertumbuhan sektor industri padat karya yang hingga kini belum tersentuh secara maksimal oleh investasi.

Dia menjelaskan, salah satu kebijakan yang dilakukan agar perusahaan padat karya tidak pailit adalah dengan memberikan insentif perpajakan pada sektor industri tertentu yang menyerap tenaga kerja besar agar keberlangsungan usaha tetap berjalan. "Pemerintah sedang memikirkan itu. Apakah dari insentif perpajakannya atau dari apa. Itu semua kita pikirkan, agar dia bisa tumbuh dan tidak hanya bertahan, sebab kalau pemerintah tidak turun tangan, pengangguran bertambah," ujarnya.

Ciptakan Pengusaha Muda

Selain itu, pemerintah akan mengupayakan berdirinya balai pelatihan kerja atau inkubator untuk menciptakan pengusaha muda dengan memberikan akses permodalan dan menciptakan iklim kewirausahaan yang kondusif. "Inkubator itu semacam kawah candradimuka, kepada pengusaha pemula dilatih manajemen, keterampilan, pemasaran, hubungan industri dan mengenali resiko. Semua dilatih di situ satu atau dua minggu. Setelah memahami itu, baru dilepas untuk kembangkan usaha," ujar Hatta.

Insentif Pajak

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan, pemerintah akan memberikan insentif perpajakan kepada industri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja pada 2013. "Tahun depan kita mau buat insentif untuk investasi yang penyerapan tenaga kerjanya relatif besar. Jadi industri yang cenderung padat karya seperti garmen, tekstil sama alas kaki," katanya.

Bambang belum mengungkapkan detail lengkap mengenai penerapan kebijakan itu, namun kemungkinan insentif tersebut berupa pengurangan beban pajak penghasilan (PPh) yang besarannya masih akan ditentukan. "Kita belum bisa sampaikan, tapi kira-kira kita harapkan bisa mengurangi PPh brutonya perusahaan yang padat karya tadi," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana menjelaskan, dampak pertumbuhan ekonomi pada penyerapan tenaga kerja tidak hanya bisa dilihat dari kuantitas. “Itu semua tergantung pada peningkatan angkatan kerja, tergantung juga tingkat partisipasi pendidikan. Artinya, banyak kaum muda meneruskan pendidikan,” katanya.

Menurut dia, semakin banyak penduduk memutuskan pendidikan, peningkatan angkatan kerja akan semakin kecil sekaligus turut menekan penyerapan tenaga kerja pada satu periode. Armida menegaskan, kondisi ketenagakerjaan dalam 5 tahun terakhir berkembang positif, ditunjukkan oleh kenaikan jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal.

Data Bappenas menunjukkan jumlah pekerja sektor jasa pada 2012 mencapai 56,55 juta orang atau 51% dari total jumlah pekerja. Sedangkan sektor tradeable hanya mampu menyerap 54,25 juta orang atau 49% dari total pekerja. Sementara pada 2011, sektor jasa mampu menyerap 55,8 juta orang atau 50,9% dan sektor tradeable mampu menyerap 53,87 juta orang atau 49,1%.

BERITA TERKAIT

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Lippo Karawaci Raup Dana Segar US$ 280 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan rights issue dan divesatasi aset.…

Mengkritisi Upaya Membuka Pasar Baru Dunia

Oleh: Pril Huseno Forum “Seminar Perdagangan Nasional dan Dialog Gerakan Ekspor Nasional” yang digagas Kadin, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…