BAF Ingin Buka Bisnis Syariah di 2013

NERACA

Jakarta - PT Bussan Auto Finance (BAF) membuka peluang masuk ke bisnis syariah dengan berupaya mulai mengkaji pembukaan unit usaha syariah (UUS) pada 2013 mendatang. Pembukaan unit syariah ini dinilai perseroan sebagai upaya memenuhi permintaan konsumen.

“Sejak masuk tahun 1997, pelanggan kita sudah lima juta sampai saat ini. Tanpa produk yang menarik kami tidak bisa menjaga pertumbuhan kami,” ujar Direktur Utama BAF, Tetsuya Daikoku di Jakarta, Jumat (14/12).

Dia menambahkan, untuk sektor sepeda motor sendiri, dinilai masih bisa mengalami pertumbuhan pada tahun depan kendati hanya tipis. Seperti diketahui, pasar sepeda motor di Indonesia sempat tersendat akibat dikeluarkannya aturan uang muka minimal oleh regulator.

Direktur BAF, Shigeki Shibayama menambahkan, pasar sepeda motor di Indonesia sendiri masih memiliki potensi yang sangat baik, karena permintaannya masih cukup besar. Menurut dia, dari sisi bisnis, potensi pembiayaan syariah juga cukup baik, mengingat Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.

“Sekarang syariah kita belum, tapi permintaan ada. Tapi ini kebijakan kita, jadi kita belajar. Kan kalau ada demand dari masyarakat ada kita harus penuhi. Mungkin UUS, kita masih pelajari, di tengah tahun 2013 kita perdalam,” papar dia.

Seperti diketahui, BAF dengan PT Bank Sinarmas Tbk menjalin kerja sama channeling dengan fasilitas kredit sebesar Rp200 miliar selama setahun, untuk pembiayaan sepeda motor. Program channeling tersebut berlaku dalam tempo setahun sejak penandatanganan kerja sama dilakukan, dan bisa ditinjau kembali, dengan suku bunga mengacu pada BI rate sebesar 5.75% ditambah rentang tertentu.

Adapun plafon pembiayaan per unit kendaraan ditetapkan maksimal Rp25 juta. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh konsumsi domestik tidak bisa dimungkiri juga memengaruhi penjualan sepeda motor,” tukas dia.

Sampai saat ini, lanjutnya, perseroan telah menjalin kerja sama dengan 20 perusahaan pembiayaan untuk penyaluran kredit kendaraan bermotor, baik kendaraan roda empat dan roda dua. “Lebih banyak (nilai kredit) ke roda empat, karena nilainya lebih besar, kira-kira porsinya 65%-35% untuk kendaraan roda empat,” jelasnya. Tetsuya juga menambahkan, pihaknya terus berupaya menciptakan produk yang menarik untuk menjaga pertumbuhan nasabah, yang saat ini telah mencapai lima juta debitor. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Akses Asuransi Syariah, FWD Life Gandeng K-Link

    NERACA   Jakarta - PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menandatangani perjanjian kerja sama dengan K-Link Indonesia (K-Link),…

Raih Penghargaan TOP GRC 2019 - BJB Komitmen Jaga Bisnis Berkelanjutan

NERACA Jakarta – Di semester kedua tahun ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJB) atau Bank…

IMPOR MASIH MENDOMINASI - Presiden Ingin Defisit Garam Cepat Diatasi

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo menilai bahwa potensi garam yang dihasilkan di tambak garam Desa Nunkurus Kabupaten Kupang, Nusa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Bakal Luncurkan Kode Etik

    NERACA   Jakarta - Tiga asosiasi di industri fintech yakni Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), bersama dengan Asosiasi Fintech…

Tingkatkan Akses Asuransi Syariah, FWD Life Gandeng K-Link

    NERACA   Jakarta - PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menandatangani perjanjian kerja sama dengan K-Link Indonesia (K-Link),…

Berjuang ala CIMB Niaga untuk Melayani Indonesia

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Tigor M Siahaan menegaskan, sejarah adalah bagian…