Sinergitas MES-OJK Kembangkan Industri Keuangan Syariah

NERACA

Jakarta - Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman Darmansyah Hadad, mengungkapkan perlunya sosialisasi produk keuangan syariah dengan pendekatan inklusif seiring perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurut Muliaman, perkembangan industri keuangan syariah masih perlu disosialisasikan kembali karena masyarakat hanya familiar dengan perbankan syariah saja, padahal ada beberapa produk lain seperti asuransi, pasar modal hingga pegadaian syariah.

"Keuangan syariah tidak cuma perbankan, tapi juga pasar modal dan asuransi yang perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat," kata Muliaman, dalam acara Silaturahmi Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (Silatnas MES), di Jakarta, Sabtu (15/12) pekan lalu.

Muliaman juga mendorong terciptanya sosialisasi jasa keuangan syariah yang inklusif dengan cara mengedukasi masyarakat terhadap produk syariah yang ada. "Baiknya sosialisasi jasa keuangan syariah dilakukan dengan cara inklusif, bukan ekslusif, yakni dengan mengedukasi dan komunikasi untuk membangun kesadaran masyarakat akan produk syariah," tuturnya.

Edukasi masyarakat, menurut Muliaman, menjadi faktor penting untuk membangun kesadaran masyarakat. Dia juga mengusulkan untuk bisa mengajak organisasi agama untuk bisa ikut bergabung dalam program sosialisasi keuangan syariah.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menilai perekonomian Indonesia yang dilihat sejumlah pihak sebagai pertumbuhan ekonomi paling konsisten di dunia merupakan momentum yang harus dimanfaaatkan oleh industri keuangan syariah.

Perkonomian Indonesia, lanjutnya, juga diprediksi akan tumbuh besar pada 2030 dengan adanya penambahan sekitar 120 juta kalangan menengah. "Sebanyak 120 juta kelompok menengah yang tumbuh ini tentu akan mendorong permintaan produk jasa keuangan syariah," ujar Muliaman.

Pertimbangan

Dengan permintaan yang semakin tinggi, industri jasa keuangan syariah dinilai harus siap menghadapi tantangan itu. "Saat itu, pendapatan per kapita kita akan melesat naik, sehingga permintaan jasa keuangan syariah saya rasa juga akan melesat naik," kata dia.

Muliaman menambahkan, pihaknya ingin membuat komite syariah untuk memberikan pertimbangan dalam memberikan masukan bagaimana mendorong industri keuangan syariah di Indonesia. "Dalam waktu yang tidak lama lagi, kami OJK akan membentuk Komite Keuangan Syariah, tujuannya untuk memberikan berbagai pertimbangan dan masukan bagaimana mendorong industri keuangan syariah di Indonesia," ungkapnya.

Dia mengatakan, ke depan orang-orang yang mengisi komite keuangan syariah tersebut ada dari para pemuka agama (kyai atau alim ulama) dan para praktisi-praktisi syariah. "Komite keuangan syariah nantinya diisi oleh para alim ulama dan praktisi-praktisi syariah," ujar Muliaman.

Komite tersebut nantinya akan sudah terbentuk pada awal 2013, dan pihaknya berjanji akan meluncurkannya supaya dikenal masyarakat. Dibentuknya komite tersebut sejalan dengan banyaknya tugas yang diemban oleh OJK.

Apalagi, kata Muliaman, DPR beberapa hari lalu sudah mengesahkan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro, OJK masuk menjadi pengawasnya. "Tentunya ini berat, tapi kita punya kesempatan untuk membangun mengisi kebiijakan syariah di masa yang akan datang, sehingga lembaga keuangan mikro syariah bisa maju," cetus Muliaman.

Konsekuensi

Menurut Muliaman, peluncuran komite itu merupakan konsekuensi logis bahwa otoritas yang mulai aktif Januari 2013 ini akan mengawasi berbagai macam lembaga keuangan sehingga, dibutuhkan adanya komite khusus yang dapat memberikan masukan kepada OJK mengenai kebijakan perkembangan di industri syariah.

Adanya Komite Keuangan Syariah, menurut dia, terkait dengan perkembangan industri keuangan nasional saat ini. Muliaman berpendapat industri keuangan syariah punya potensi perkembangan yang besar. Hal itu, bisa dilihat dari tanggapan luar biasa di industri pasar modal syariah yang sering mengalami kelebihan permintaan atau "oversubscribed".

"Sehingga, ada keinginan untuk membangun sinergi antara berbagai macam keuangan syaria saat ini, mulai dari perbankan, asuransi dan pegadaian syariah," katanya. Dia juga menilai OJK, yang nantinya akan mengemban tugas sebagai pengawas di industri jasa keuangan, memiliki kesempatan yang besar untuk ikut mendorong perkembangan ekonomi syariah.

"Komite Keuangan Syariah ini nantinya bisa beri OJK masukan untuk kecepatan perkembangan industri keuangan syariah," tuturnya. Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menilai perkembangan lembaga keuangan mikro syariah yang semakin pesat membutuhkan strategi agar bisa tumbuh lebih sehat.

"Yang mungkin diperlukan adalah strateginya agar bisa sehat, tidak merugikan kepentingan masyarakat, dikelola secara profesional oleh orang-orang yang berintegritas," tandas Muliaman. [ardi]

BERITA TERKAIT

Saham CPRI dan HRME Masuk Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menetapkan saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) dan…

Indonesia Industrial Summit 2019 - Sektor Manufaktur RI Dipandang Siap Menerapkan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…