Adu Kepentingan di Balik IPO Semen Baturaja - Ganggu Program Privatisasi

NERACA

Jakarta – Rencana PT Semen Baturaja menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal tidak berjalan mulus dan sebaliknya harus menelan pahit, lantaran rencana tersebut tidak disetujui Komisi XI DPR RI karena roadmap IPO Semen Baturaja dinilai tidak jelas.

Namun menurut pengamat BUMN Said Didu, pembatalan IPO Semen Baturaja akan memberikan imbas terhadap program privatisasi BUMN ke depannya, “Privatisasi mentah padahal sudah di ujung finalisasi. Saya berharap jangan sampai ini berulang karena privatisasi itu butuh kepastian,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, privatisasi BUMN banyak manfaat yang didapatkan. Selain meningkatkan transparansi juga menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governante, “Privitasi ada tujuan lain supaya menjadi transparan," paparnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tidak kecewa atas keputusan Komisi XI DPR RI setelah dalam rapat kerja Kamis (13/12) belum menghasilkan keputusan terkait rencana penawaran saham perdana (IPO) PT Semen Baturaja.

Merespon penundaan IPO Semen Baturaja, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, dirinya tidak kecewa atas keputusan tersebut, “Saya tidak kecewa, tapi direksinya sangat kecewa. Saya bersimpati untuk mereka,"ujarnya.

Menurut Dahlan, direksi Semen Baturaja sangat mengharapkan bisa merealisasikan IPO dengan segera, sebab pembahasan privatisasinya sudah mulai dilakukan sejak awal tahun lalu. IPO juga turut menjadi salah satu sumber pendanaan untuk mengembangkan perusahaan.

Tidak Bergantung IPO

Oleh sebab itu, Dahlan berjanji akan memperjuangkan rencana IPO Semen Baturaja dengan mencari jalan terbaik bagi perseroan, pemerintah, maupun anggota dewan. Dahlan juga menambahkan, penundaan IPO Semen Baturaja tidak akan mempengaruhi ekspansi bisnis perseroan. Pasalnya, saat ini perseroan berencana membangun pabrik baru dengan kapasitas terpasang 1,5 juta ton per tahun, "cement mill", serta "cement packing" di Baturaja. Untuk pembangunan pabrik tersebut, diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp2,5 triliun.

Kata Dahlan, rencana ekspansi itu akan tetap diwujudkan walau rencana IPO belum mendapatkan persetujuan DPR RI,”Kalau memang Komisi XI DPR RI tidak menyetujui IPO Semen Baturaja, maka Semen Baturaja akan terus melakukan ekspansinya," tegasnya.

Menurut Dahlan, Semen Baturaja dapat sepenuhnya menggunakan fasilitas kredit dari perbankan BUMN agar pembangunan pabrik baru dapat segera dilaksanakan. Selama ini, perseroan juga telah menggunakan dana internal untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, IPO Semen Baturaja dimaksudkan untuk mengembangkan pabriknya demi mendukung produksi semen Indonesia. Apabila produksi semen tidak meningkat, maka pertumbuhan ekonomi turut terganggu,” Intinya, IPO Semen Baturaja bukan untuk bayar utang melainkan untuk mengembangkan usahanya, serta bisa menjadi seperti Semen Gresik,"tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

DPRD Tangerang Terima 14 Raperda Kepentingan Publik

DPRD Tangerang Terima 14 Raperda Kepentingan Publik NERACA Tangerang - DPRD Kabupaten Tangerang, Banten, telah menerima sebanyak 14 Rancangan Peraturan…

Dampak Faktur Cuaca - SMCB Taksir Permintaan Semen Melambat

NERACA Jakarta — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen pada semester I/2019 ini tumbuh lebih lambat…

Program Minapadi Indonesia Sudah Dipelajari 13 Negara

NERACA Jakarta – Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan, program minapadi yaitu penggabungan budi daya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…