GPS Pasarkan Kondotel Pertama Best Western Grand Palace di Kemayoran

NERACA

Jakarta – PT Global Pertama Sejahtera (GPS) memasarkan kondominium hotel (kondotel) pertama Best Western Grand Palace Kemayoran di kawasan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat. Ada 114 unit kondotel yang ditawarkan kepada para investor yang ingin berinvestasi di sektor properti dengan modal dan resiko yang minim tetapi bisa mendapatkan return on investment (ROI) yang pasti setiap tahunnya.

“Bisnis hotel di Jakarta memang masih menjanjikan, sebab dari survei yang dilakukan Horwarth HTL bahwa aktifitas traffic turis domestik dan mancanegara (Asia Pasifik) setiap tahun ada kenaikan sebesar 9-13%, dan tingkat hunian rata-rata hotel di Jakarta sebesar 70%,” ujar Direktur PT Global Pertama Sejahtera Wahjono dalam siaran persnya, Minggu (16/12).

Menurut dia, hal itulah yang membuat pihaknya sangat optimis untuk membuat Kondotel di kawasan Kemayoran. “Apalagi kami pioneer-nya dan pemerintah akan menargetkan di tahun depan lebih dari 8 Juta orang wisatawan harus berkunjung ke seluruh daerah di Indonesia,” sambung Wahjono lagi.

Nilai investasi untuk membangun kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran sebesar Rp70 miliar (di luar land bank). “Kami membidik para investor kelas B, B+ dan A yang suka berinvestasi di properti. Dan kami yakin para investor akan menyambut baik kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran karena memiliki banyak kelebihan. Sejak pengenalan produk kondotel ini pada 11 Desember 2012 lalu, kami sudah berhasil menjual 40% dan kami optimis pada bulan Januari 2013 semua unit akan terjual semua karena pada tanggal 12 Januari 2013 kita akan melakukan Sales Launching,” ujar Liong Subur Kusuma, General Manager Marketing & Sales PT Global Pertama Sejahtera.

Lima Kelebihan

Subur juga mengatakan ada lima kelebihan yang dimiliki kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran. Pertama, Best Western Grand Palace Kemayoran merupakan kondotel pertama di kawasan Kemayoran dan berada di dalam kawasan Compact Development Grand Palace Kemayoran seluas 2.8 hektar, tepatnya 6 lantai di tower Dario yakni di lantai 21,23,25,26,27 dan 28 serta di lantai GF sebagai fasilitas kondotel yaitu reception lobby, restaurant dan meeting rooms.

Kedua, lokasi kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran dekat dengan JI-EXPO (arena PRJ), sehingga marketnya sangat besar. “Hampir separuh hari dalam setahun (176 hari) di JI-EXPO pasti ada kegiatan event yang bertaraf nasional dan internasional. Dan pasti, baik peserta maupun pengunjung luar kota event tersebut, membutuhkan tempat tinggal yang dekat dan tidak kena macet. Pilihan tempat tinggal yang tepat adalah kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran,” papar Subur. “Selain itu, aksesnya langsung Jalan Tol Jakarta sehingga hanya selangkah saja menuju ke Bandara Soetta dan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya lagi.

Ketiga, pembeli kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran mendapatkan rental guarantee (jaminan sewa) sebesar 16% untuk 2 tahun pertama yang akan dibayar langsung dimuka (in advance) pada saat pembelian unit. Setelah itu yakni pada tahun ke-3 sampai ke-10 berupa profit sharing. Subur mengatakan, pembagian profit sharing kondotel pada umumnya hanya diambil dari Room Revenue (Nett), yaitu hasil income dari penjualan kamar setahun dan setelah dipotong biaya-biaya seperti biaya operasional, operator fee, pajak dan biaya lainnya.

Namun di kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran profit sharing yang diberikan selain dari Room Revenue (Nett), para pemilik nantinya juga akan mendapatkan profit sharing dari 60% revenue F&B – MICE Nett (Food & Beverages – Meeting Incentive Convention Exhibition). “Jadi pastinya pemilik kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran mulai dari tahun pertama sudah mendapatkan keuntungan tambahan dari income F&B-MICE ini. Sehingga akan mengakselerasi peningkatan nilai ROI-nya atau sederhananya bisa lebih cepat balik modal,” kata Subur.

Keempat, dengan adanya potensi market yang besar dan dengan jumlah room yang terbatas, yakni hanya 114 unit, hal ini akan mendongkrak tingkat hunian setiap tahunnya. “Jadi dengan fakta tersebut di atas, untuk mencapai tingkat hunian sebesar 80% setiap tahunnya sangat optimis sekali bisa tercapai. Sehingga nilai profit sharing yang akan didapat oleh owner akan maksimal dan ditambah lagi dengan peningkatan nilai capital gain-nya yang pastinya sangat menjanjikan dikarenakan suppl- nya terbatas namun demand-nya besar,” ujar Subur.

Kelima, dioperatori oleh Best Western yang merupakan jaringan hotel Internasional terbesar di dunia yang berasal dari Amerika. Saat ini, Best Western sudah mengoperasikan 4.200 hotel di seluruh dunia dengan didukung oleh sistem reservasi online yang sempurna karena bekerjasama dengan Global Distribution System dan Third Party Engine Booking. Best Western Grand Palace Kemayoran akan dioperasikan sebagai hotel bintang tiga plus. “Best Western juga memiliki pengalaman bagaimana mengelola kondotel yang lokasinya menjadi satu dengan hunian,” tambah Subur.

Kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran dipasarkan dalam 6 type yakni Type Standard A (Luas Net :24 m2), Type Standard B (Luas Net: 24 m2), Type Superior (Luas Net :28 m2), Type Deluxe A (Luas Net :31 m2), Type Deluxe B (Luas Net :32 m2) dan Type Junior Suite (Luas Net: 35 m2). Harganya mulai dari Rp488 Juta (harga cash-sudah termasuk PPN). Fasilitas yang ada di kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran antara lain Lagoon Pool, Restaurant, Meeting Room, Sky Café, Fitness, Spa, Executive Lounge, Tenis Court, Basket 3on3. Status kepemilikan kondotel ini adalah Hak Milik Strata Title. Saat ini pembangunan Best Western Grand Palace Kemayoran sudah mulai proses finishing. Ditargetkan kondotel Best Western Grand Palace Kemayoran akan beroperasi pada bulan Juni 2013, bertepatan dengan adanya event besar Pekan Raya Jakarta.

BERITA TERKAIT

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama NERACA Jakarta - Survei media sosial PoliticaWave menyebut bahwa pasangan capres dan…

Kaji Perubahan Lot Saham - BEI Targetkan Rampung di Semester Pertama

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan kajian terhadap perubahan batas bawah harga saham dan jumlah saham…

Pekan Pertama 2019 Ditutup Positif - Kapitalisasi Pasar Sepekan Tumbuh 1,30%

NERACA Jakarta – Mengawali pekan pertama tahun 2019, performance indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan tren positif dengan ditutup naik…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Proyeksi Kemenperin - Berorientasi Ekspor, Industri Perhiasan Dibidik Tumbuh 5 Persen

NERACA Jakarta – Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…