Bank Sinarmas Belum Berencana Bagikan Dividen

PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) belum berencana membagikan dividen lantaran posisi kecukupan modal (CAR) belum mencapai 20%, “Saat ini posisi CAR kita baru di angka 17%,”kata Presiden Direktur Bank Sinarmas Freenyan K Liwang di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Sementara pemegang saham Bank Sinarmas Indra Widjaja mengatakan, pihaknya siap menambah modal Bank jika memang diperlukan. "Tapi saat ini CAR kan masih 17%, jadi masih besar,"tuturnya.

Sampai akhir tahun, PT Bank Sinarmas Tbk memperkirakan penyaluran kredit akan tumbuh 20% menjadi sekitar Rp 11 triliun. Sementara tahun depan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 15% atau tumbuh Rp 2 triliun lebih.

Disebutkan, dari total outstanding kredit tersebut, penyaluran ke kredit UMKM baru sekitar 5%. "Tapi ke depan kita akan lebih fokus ke kredit UMKM ini dan akan mengembangkannya melalui sistem channeling," kata Freenyan K Liwang.

Sementara per November 2012, kredit yang disalurkan melalui channeling ini mencapai Rp4 triliun. Bank Sinarmas juga berencana memperluas jaringan dengan menambah 100 jaringan lagi dari 264 jaringan yang sudah ada saat ini.

Nantinya, jaringan akan lebih banyak kita kembangkan ke daerah-daerah yang unbankable. Selain itu, perseroan juga menargetkan hingga akhir tahun mencatatkan keuntungan sebesar Rp 240 miliar.

Sebelumnya, perseroan menyalurkan kredit pinjaman kepada perusahaan pembiyaan kendaraan PT Bussan Auto Finance (BAF) sebesar Rp200 miliar selama setahun, untuk pembiayaan sepeda motor.

Sampai saat ini, perseroan telah menjalin kerjasama dengan 20 perusahaan pembiayaan untuk penyaluran kredit kendaraan bermotor, baik kendaraan roda empat dan roda dua. Lebih banyak nilai kredit ke roda empat, karena nilainya lebih besar, kira-kira porsinya 65-35 untuk kendaraan roda empat. (bani)

BERITA TERKAIT

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ultrajaya Milk Raup Laba Rp 1,03 Triliun

Sepanjang tahun 2019, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) mencatatkan laba Rp1,03 triliun atau tumbuh 47,94% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…