Banjir Proyek, WIKA Targetkan Kinerja Tumbuh 20% di 2013

NERACA

Jakarta- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja sebesar 20% pada tahun 2013 dengan adanya beberapa kontrak dan proyek dari pihak pemerintah maupun swasta.

Saat ini pihak manajeman telah mengantongi dana sebesar Rp14,5 triliun dari kontrak baru yang diperoleh perseroan atau mendekati target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp16,5 triliun, “Hingga saat ini kontrak baru mencapai Rp14,5 triliun dari target 2012 sekitar Rp16,5 triliun. Masih ada beberapa proyek yang ditunggu, nilainya sekitar Rp2 triliun,”kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Natal Argawan Pardede di Jakarta akhir pekan kemarin.

Natal Argawan mengatakan, kontrak baru perseroan yang cukup besar berasal dari proyek minyak dan gas dari swasta, proyek pembangkit listrik, jembatan dan bendungan. Komposisi perolehan kontrak baru tersebut, lanjut dia sebesar 20% berasal dari proyek pemerintah, 30% dari proyek BUMN, dan sisanya disumbang dari swasta.

Dengan adanya perolehan kontrak baru tersebut, pihaknya berharap dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja mencapai 20% pada 2013. “Pertumbuhan tersebut termasuk kontrak baru, pendapatan dan laba bersih pada tahun depan.” ujarnya.

Dalam kinerja perusahaan ke depan, menurut Natal, perusahaan mengharapkan pertambahan proyek dari pemerintah dan BUMN sehingga mencapai 60% dibandingkan saat ini, sedang selebihnya dikontribusikan oleh swasta.

Sebelumnya perseroan telah menggarap proyek pembangkit listrik antara lain PLTA Bali sebesar 50 MW, Ambon 25 MW, Rengat 20 MW, dan Borang 30 MW. Selain itu, perseroan telah memperoleh kontrak pembangunan jalan Oksibil Dekay senilai Rp206,68 miliar, proyek Betano di Timor Leste senilai Rp93,81 miliar, proyek precast concrete piperack senilai Rp81,72 miliar, dan proyek pembangunan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia senilai Rp36,53 miliar pada Oktober 2012.

Kinerja Perseroan

Pada semester pertama tahun ini, perusahaan membukukan penjualan mencapai Rp4,02 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 21,45% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,13 triliun.

Meningkatnya kinerja perseroan ditopang perolehan kontrak perseroan mencapai Rp9,45 triliun hingga Juni 2012. Salah satu kontrak baru dengan nilai besar yang dicatatkan perseroan antara lain kontrak yang diperoleh dari Chevron senilai US$ 182,98 juta untuk mengerjakan proyek North Duri Development (NDD) Area 13 di Duri, Riau.

Terjadinya peningkatan pendapatan perseroan tersebut mendorong peningkatan laba bersih sebesar 33,34% menjadi Rp202,01 miliar dari Rp151,5 miliar pada semester pertama tahun lalu. Tahun ini, perseroan menargetkan total kontrak mencapai Rp32,09 triliun, terdiri atas kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun dan kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya senilai Rp15,57 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Imbas Lesunya Bisnis Properti - Laba Mentropolitan Kentjana Menyusut 39,61%

NERACA Jakarta –Imbas lesunya bisnis properti di 2019 menekan perolehan laba bersih PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI). Tengok saja, emiten…

Pasar Beras Stabil - Buyung Poetra Raih Penjualan Rp 1,65 Triliun

NERACA Jakarta – Di tahun 2019 kemarin, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup mengesankan.…

Intiland Cetak Laba Bersih Rp 251,43 Miliar

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti di tahun 2019 kemarin, rupanya tidak berdampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Intiland Development…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…