Seret Keuangan, Hero Kembali Tunda Bagikan Dividen 2012

Alasan ekspansi, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) kembali menunda pembagian dividen 2012. Penundaan dividen ini telah dilakukan perseroan selama lebih dari 10 tahun, “HERO belum pernah bayar dividen sejak 1990 an. Kami belum berencana untuk membagikan dividen. Untuk menjalankan bisnis ini saja, kami melakukan pinjaman perbankan. Kami akan menggunakan dana untuk investasi,”kata Direktur Keuangan Hero Supermarket, Lay Saye Chuan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dibandingkan hingga September 2011, penjualan naik 19,3% menjadi Rp7,83 triliun. Laba bersih naik 18% mencapai Rp222 miliar. Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp600 miliar hingga September 2012. Belanja modal itu telah digunakan untuk membuka toko baru termasuk lima giant hypermarket baru hingga September 2012. Perseroan telah memiliki 573 gerai hingga September 2012.

Per September 2012, perseroan telah mengoperasikan 44 gerai Giant Hypermarket, 132 gerai Hero dan Giant Supermarket, 252 gerai toko kesehatan dan kecantikan Guardian, dan 145 gerai Starmart. "Belanja modal itu telah mengalami kenaikan double digit dibandingkan tahun lalu," katanya.

Perseroan juga berencana melakukan ekspansi di luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Lay Saye Chuan melihat, industri ritel masih positif pada 2013, didukung perekonomian Indonesia tumbuh baik. Meski demikian, kebiasaan belanja konsumen menjadi tantangan ke depan. Apalagi bila infrastruktur di Indonesia tidak didukung dengan baik.

Selain itu, perseroan juga akan membuka gerai IKEA di Alam Sutera pada pertengahan 2014, mempertimbangkan lokasi yang cukup strategis. Adapun luas gerai itu sekitar 3,5 hektar. (bani)

BERITA TERKAIT

RAKER BANGGAR DENGAN MENTERI KEUANGAN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan,…

KPA Minta Pemerintah dan DPR Tunda Pengesahan RUU Pertanahan

KPA Minta Pemerintah dan DPR Tunda Pengesahan RUU Pertanahan   NERACA Jakarta - Wakil Organisasi Masyarakat Sipil Konsorium Pembaruan Agraria (KPA)…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun - Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi

NERACA Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Perluas Pasar, FWD Life Gandeng K-Link

Dalam rangka perluas penetrasi pasar asuransi, PT FWD Life Indonesia (FWD Life) sebagai salah satu pelopor asuransi jiwa digital di…