Kondominium Kelas Menengah Dominasi Penjualan - geliat Pasar Properti

NERACA

Jakarta- Aktivitas penjualan kondominium sepanjang 2012 di sekitar Jakarta masih didominasi oleh tipe kelas menengah. Berdasarkan perkembangannya, pertumbuhan penjualan tersebut diperkirakan masih akan terus mengalami peningkatan di tahun 2013 karena permintaan dari para pembeli yang terdiri atas investor dan pengguna akhir masih tinggi.

“Menutup tahun 2012, kondominium kelas menengah masih mendominasi aktivitas penjualan, dan berkontribusi sekitar 62% dari total transaksi,” jelas Dharmesti Sindhunata, Associate Director-Marketing & Communication and Human Recources Indonesia, Cushman and Wakefield di Jakarta pada akhir pekan kemarin.

Dharmesti mengatakan, ada sebanyak 10.843 unit pasokan mendatang telah diluncurkan ke pasar dalam kurun waktu Oktober-Desember 2012, yang terdiri atas 17 proyek. Sementara selama kuartal empat tahun 2012, aktivitas pra-penjualan dari proyek mendatang didominasi oleh proyek kelas menengah, atau sekitar 49,3% dari keseluruhan transaksi.

Untuk metode pembayaran, pembeli dari kalangan bawah memilih pinjaman bank, sementara cara pembelian konsumen kelas menengah dan atas lebih bervariasi seperti satu-sampai-tiga tahun cicilan bertahap, pinjaman bank, dan juga tunai keras.

Tingkat pra-penjualan untuk proyek kelas menengah pada kuartal keempat, lanjut dharmesti, tercatat pada angka 61,3%, kelas menengah-atas 67,0%, dan kelas atas 57,0%. Tingkat pra-penjualan kelas atas mengalami kenaikan sebanyak 3,2% dari angka di kuartal lalu, sementara tingkat pra-penjualan proyek kelas menengah dan menengah-atas turun sebanyak 0,8% dan 3,1%.

Menurut Dharmesti, dengan semakin kompetitifnya bisnis properti, strategi penjualan yang dilakukan developer menjadi lebih kreatif, seperti lelang unit apartemen di hari peluncuran kondominium baru. Hal tersebut sehubungan dengan makin selektifnya para calon pembeli yang akan memilih produk dengan nilai uang yang terbaik.

“Saat ini, banyak developer yang menawarkan pemesanan unit pada saat pre-launching, sehingga akan mendorong konsumen untuk membeli kondominium dengan jumlah yang banyak,” jelasnya.

Selain itu, faktor lain yang ikut mendukung performa pasar properti, khususnya kondominium, yaitu adanya isu mengenai penataan ulang kawasan kumuh di Jakarta untuk dijadikan kompleks bangunan hunian bertingkat, terutama untuk proyek-proyek kelas menengah-bawah. Meskipun demikian, aktivitas penjualan pasar kondominium terbangun dan mendatang diperkirakan masih relatif stabil.

Pihaknya memproyeksikan, ada sebanyak 57.318 unit kondominium akan diluncurkan ke pasar tahun depan sehingga akan membuat persaingan pasar semakin keras. Sementara sampai dengan akhir 2012, tingkat penjualan kondominium terbangun di area Jabodetabek mencapai 96,0%, naik 0,8% t/t dan 0,1% k/k, dan tingkat okupansi tercatat pada angka 59,3%, turun 0,5% dari kuartal tiga tahun 2012.Tingkat penjualan proyek mendatang diproyeksikan mencapai 59,5%, turun 0,5% k/k dan naik 3,2% t/t, dengan sisa 32.277 unit yang belum terserap pasar.

BERITA TERKAIT

Keberadaan MRT Ubah Peta Properti Jakarta

Keberadaan MRT Ubah Peta Properti Jakarta NERACA Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai keberadaan kereta massal mass rapid…

Peugeot Motocycles Indonesia Perluas Jaringan Penjualan

  Produsen sepeda motor asal Prancis yang dikenal melalui produk skuter premium, berencana memperluas jaringan penjualannya dengan mengundang para investor…

Dominasi BUMN Dianggap Hambat Investasi

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebutkan ada lima faktor yang menghambat…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

DPR Didesak Tunda Pembahasan Ratifikasi dan Perundingan FTA

NERACA Jakarta –  Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi mendesak DPR RI untuk menunda atau menghentikan sementara segala pembahasan proses…

RI Bukukan Kontrak Dagang US$130 Juta Dengan Mesir

NERACA Jakarta – Indonesia membukukan kontrak dagang senilai 130 juta dolar AS sebagai tindak lanjut kegiatan misi dagang ke Mesir…

Niaga Internasional - Menperin Bidik Ekspor Alas Kaki Nasional Menapaki US$6,5 Miliar

NERACA Jakarta – Industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.…