Tahun Depan, First Media Anggarkan Capex Tumbuh 30%

NERACA

Jakarta –Tahun depan, perusahaan TV berlangganan PT First Media Tbk (KBLV) mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 78 juta atau tumbuh 30% dari belanja modal yang dianggarkan tahun ini sebesar US$ 60 juta.

Presiden Direktur PT First Media Tbk, Irwan Djaja mengatakan, dana belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk penambahan jaringan terutama 4G, penambahan home pass sekitar 300-400 ribu serta pengembangan konten. "Capex masih dalam penggodokan atau masih dalam tahap permohonan persetujuan dari dewan komisaris," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/12).

Sumber pendanaan capex akan diambilkan sebagian dari kas internal dan sumber-sumber eksternal. "Kami akan jaga porsi pendanaan capex. Terkait dengan sumber pendanaan eksternal ini, selain akan membuka peluang dari pinjaman perbankan, perseroan juga membuka opsi untuk mencari dana dari pasar modal," tutur Irwan.

Sementara hingga akhir September ini, Perseroan telah merealisasikan dana capex tahun ini sekitar Rp400 miliar dan diperkirakan hingga akhir tahun ini dana capex yang terserap sebesar Rp 600 miliar.

Perseroan juga berencana mempercepat ekspansi ke sejumlah kota besar untuk menggaet pelanggan baru. Kota yang akan disasar Perseroan adalah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Bali.

Kata Irwan, perseroan tahun ini telah membangun sambungan home pass (melewati rumah) TV kabel ke sejumlah kota-kota besar di Jabodetabek, Surabaya, Bandung dan Bali, “Kami targetkan bisa menambah 300-400 ribu home pass setiap tahun di sejumlah wilayah di Indonesia, dan ditargetkan dalam 3-4 tahun ke depan akan bertambah 1 jutaan home pass,"paparnya.

Menurut Irwan, potensi pasar TV berbayar di Indonesia memang sangat besar. Saat ini baru 5% masyarakat Indonesia yang berlangganan TV berbayar, “Jadi pangsa pasarnya masih sangat besar sekali, untuk menggaet pelanggan itu, kami punya keunggulan selain menawarkan TV kabel juga menawarkan layanan internet," ujar Irwan. (bani)

BERITA TERKAIT

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

Mewaspadai Politisasi Agama di Tahun Politik

Oleh : Ricky Renaldi, Pengamat Sosial Politik Gerakan politik berpotensi muncul apabila terdapat gerakan massa, tidak hanya dalam gerakan jalan…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…