Danamon Syariah Bantu BPRS Tingkatkan Kapabilitas Transaksi

NERACA

Jakarta - Unit Perbankan Syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Danamon Syariah, melakukan penandatanganan nota kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) dengan empat Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), yaitu PT BPRS HIK Parahyangan, BPRS Metro Madani, PT BPRS Artha Karimah Irsyadi, dan PT BPRS Syariah Al salaam Amal Salman.

Herry Hykmanto, Direktur Syariah Danamon, mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas transaksi BPRS seperti layaknya bank umum. Dalam kerja sama ini, Danamon Syariah memberi bantuan teknis kepada BPRS melalui penerapan cash management system dan electronic channel yang dimiliki Danamon Syariah, sehingga BRPS mampu memberikan layanan yang terbaik untuk para nasabahnya.

“Kerja sama yang dijembatani oleh Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) ini merupakan komitmen kami sebagai bank umum untuk meningkatkan akses layanan perbankan hingga seluas mungkin kepada pelaku usaha dan individu. Hal ini sejalan dengan visi Danamon yaitu peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan” kata Herry di Jakarta, Kamis (13/12).

Dengan menggunakan cash management system dan electronic channel yang dimiliki Danamon Syariah, sesama BPRS bisa saling berkomunikasi dan bersinergi. Fasilitas ini memberikan BPRS solusi akses bertransaksi domestik maupun internasional secara akurat, aman, real time dan online.

Fasilitas cash management Danamon Syariah juga memungkinkan BPRS untuk melakukan pengelolaan alat likuiditas sesuai dengan standard operasional pada bank umum.

Sementara Cahyo Kartiko, selaku ketua ASBISINDO yang membidangi BPRS, mengatakan kerja sama cash management ini adalah langkah awal dalam penerapan pola kerja sama APEX Bank, di mana satu bank umum menjadi pengayom dan koordinator bagi seluruh BPRS yang menjadi anggotanya sesuai dengan Generic Model APEX BPRS Bank Indonesia.

Dengan demikian, lanjut dia, nantinya Danamon Syariah dapat berperan dalam pengelolaan dana funding, pemberian bantuan keuangan (financial assistance) dan dukungan teknis (technical support) bagi BPRS.

“Bukan hanya optimalisasi electronic channel dan penguatan sistem teknologi informasi bagi BPRS, Danamon Syariah juga siap melakukan pengembangan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) BPRS guna membantu penguatan BPRS ditengah kompetisi industri perbankan yang semakin pesat sehingga nantinya BPRS dapat berjalan dengan mandiri dan lebih kompetitif,” jelas Prayudha Moelyo, Executive Vice President, Syariah Spin Off and Strategic Initiative Head, Danamon Syariah.

Sebelumnya, pada 12 Desember 2012, Danamon Syariah dan ASBISINDO menyelenggarakan sosialisasi kerja sama ini dalam acara yang bertajuk “Seminar dan Silaturahmi Direksi BPRS Se-Indonesia” yang dihadiri oleh pelaku BPRS dari seluruh Indonesia.

“Empat BPRS yang menandatangi kerja sama ini siap untuk menjadi ‘lokomotif’ yang akan menggandeng BPRS lainnya. Selain itu, melalui acara sosialisasi dengan ASBISINDO ini, kami harap BPRS lainnya, baik dari dalam maupun luar Pulau Jawa dan Sumatera, dapat bergabung. Harapan kami minimal 20% dari BPRS yang ada dapat bekerjasama melalui pola APEX Bank ini,” tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kebijakan Diskon Rokok Dinilai Hambat Visi Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia memiliki visi membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga dapat menjadi pondasi dalam meningkatkan perekonomian…

Gelar Islamic Tourism Expo - BNI Syariah Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar

NERACA Jakarta – Masih besarnya potensi wisata halal di dalam negeri, menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Maka dalam rangka…

Mendorong Ekonomi Syariah jadi Pilar Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan, Indonesia yang mayoritas penduduknya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tumbuh 64%, CIMB Niaga Syariah Bukukan Laba Rp536 Miliar

      NERACA   Jakarta - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) membukukan…

BI Belum Terima Izin Layanan WhatsApp Payment

    NERACA   Jakarta - WhatsApp yang berada di bawah naungan perusahaan aplikasi media sosial Facebook dikabarkan membidik pasar…

Masa Transisi 3 Tahun Sebelum Bayar Premi - Program Restrukturisasi Perbankan

    NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak akan langsung memungut premi tambahan terhadap industri perbankan untuk…