Multi Agro Tawarkan Saham Perdana Rp 120 Per Saham

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk menawarkan saham perdananya melalui initial public offering (IPO) dengan kisaran harga Rp 100-120 per lembar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/12).

Menurut Managing Director Valbury Asia Securities, Johanes Soetikno, saham perdana Multi Agro ditawarkan sebanyak 4 miliar lembar, dengan nilai nominal Rp 100. Dengan demikian total dana yang didapat perseroan melalui IPO maksimal Rp 480 miliar.

Selain itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini jug akan menawarkan waran seri I sejumlah 400 juta lembar dengan rasio 10 saham mendapatkan 1 lembar waran. Bertindak sebagai penjamin melaksana emisi adalah Brent Securities dan Valbury Asia Securities.

Nantinya, dana hasil IPO sekitar 48,1% atau Rp 200 miliar sebagai pembayaran utang kepada Bank Panin, lalu 24,05% atau Rp 100 miliar untuk penyertaan di Boswa, untuk pembayaran utang Boswa kepada Bank Panin.

Kemudian sisa IPO juga akan digunakan untuk pengembangan kebun sekitar Rp 65,8 miliar (15,83%), peningkatan penyertaan modal Brent guna pengembangan kebun Rp 25 miliar, lalu Rp 25 miliar sebagai penyertaan modal di PT Bumi Orion Sawit Subur.

Saham Multi Agro Gemilang Plantation, rencananya akan ditawarkan ke investor luar negeri, seperti Timur Tengah, Singapura juga Malaysia. Kisaran harga IPO perseroan, menurut Johanes relatif murah.

Tahun depan perseroan berencana menyelesaikan pembangunan pabrik Kelapa Sawit di Calang, Aceh dengan kapasitas 45 ton per jam. Satu pabrik lagi selesai pada 2014 dengan kapasitas 45 ton per jam berlokasi di Bengkayang, Kalimantan Barat. (bani)

BERITA TERKAIT

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

Patok Harga IPO Rp 103 Per Saham - Nusantara Properti Raup Dana Rp 200 Miliar

NERACA Jakarta – Menyusul emiten yang sudah tercatat di pasar modal awal tahun ini, bakal di ikuti PT Nusantara Properti…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…