Tahun Depan, Waskita Karya Targetkan Kontrak Baru Rp 14 Triliun - Masih Andalkan Proyek APBN

NERACA

Jakarta - PT Waskita Karya Tbk menargetkan kontrak baru tahun 2013 sebesar Rp 14 triliun dan sisa kontrak ditahun 2012 sebesar Rp 7 triliun. Maka total kontrak tahun depan sebesar Rp 21 triliun.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk M. Chaliq mengatakan, target kontrak tahun ini sebesar Rp 12 triliun dengan komposisi proyek dari APBN sebesar 40%, BUMN 20% dan sisanya swasta, “Hingga akhir tahun ini ada dua pengerjaan kontrak jalan tol yaitu Gempol-Pasuruan dan Gempol Porong. Namun kami baru saja tanda tangan yang Gempol-Porong. Diharapkan Gempol-Pasuruan dalam waktu dekat ini,"katanya di Jakarta, Kamis (13/12).

Dia menyebutkan, total kontrak pengerjaan dua jalan tol ini senilai Rp 500 miliar dan untuk pengerjaan proyek jalan tol di tahun ini mencapai Rp 2 triliun. Selain itu, perseroan juga telah menandatangani kontrak car terminal Pelindo dua senilai Rp150 miliar.

Kata M.Chaliq, guna meningkatkan penjualan, pihaknya juga telah melarang menerima kontrak di bawah Rp25 miliar kecuali kondisi tertentu. Hal itu sesuai arahan Menteri BUMN yang melarang menerima kontrak di bawah Rp25 miliar.

Hingga akhir tahum, dirinya optimis dapat mencatatkan penjualan sebesar Rp 9 triliun dan laba bersih Rp 250 miliar. Dimana kinerja tersebut didukung dari pertumbuhan kontrak baru perseroan. Pada awal tahun 2013, perseroan telah mendapatkan kontrak jembatan kapuk naga di Jakarta utara senilai rp260 miliar.

Asal tahu saja, tahun depan perseroan mengangarkan belanja modal senilai Rp150 miliar pada 2013. Dijelaskan, M, Chaliq, belanja modal akan digunakan untuk revitalisasi alat berat dan pabrik beton. Dana belanja modal akan didapatkan dari kas internal."komposisi belanja modal itu sekitar 15% untuk properti,15% untuk beton, dan 10% untuk jalan tol,”ungkapnya.

Dia menambahkan, perseroan akan melakukan tiga pengembangan bisnis ke depan, antara lain pabrik beton, properti dan investasi di jalan tol. Perseroan akan melakukan pembangunan mixed used dekat kantor Waskita. Sedangkan investasi di jalan tol, perseroan bersama Citra Marga Nusaphala Persada telah investasi di jalan tol Depok-Antasari. "Kami juga sedang membidik jalan tol di Medan Kualanamo bersama Jasa Marga dan PP," ujar Choliq.

Kelebihan Permintaan

M.Chaliq menegaskan, penawaran saham perdana atau IPO Waskita Karya mengalami kelebihan permintaan 9 kali. Disebutkan, investor institusi mendominasi pemesanan saham selama bookbuilding. Sementara investor ritel tidak terlampau besar. "Selama bookbulding kita datangi ke sekitar 100 investor besar," tandasnya.

Dari hasil bookbuilding, perseroan menetapkan harga saham perdananya di level Rp380 per lembar saham, dari rance harga pre marketing di kisaran Rp320-Rp405 per lembar saham. Bagi investor, kata M Choliq, harga saham perdana Rp380 bukan kerendahan, juga bukan pada level maksimal. "Kita sudah mempertimbangkan secondary market, dan kualitas investor, terbukti minatnya hingga 9 kali lipat," kata M. Choliq

Memang, IPO Perseroan digelar pada timing yang tepat. Manakala kondisi pasar dan saham konstrukti lagi booming. Akibatnya, kendati harga saham perdana dipatok mendekati level tertinggi, minat investor pun tetap tinggi.

Investor Relation Waskita, Agus Sugiono menambahkan, setelah penetapan harga Rp380, permintaan pasar pun tetap tinggi. "Informasi terakhir permintaan yang masuk sdh 2 kali lipat, saat harga ditetapkan," kata Agus.

Agus kembali menguraikan bahwa dana hasil IPO yang ditargetkan sebesar Rp 1,17 triliun, akan dialokasikan untuk modal kerja sebanyak 60%, dan 40% sisanya untuk pengembangan usaha. "Nanti capex (belanja modal) tahun depan sebesar Rp 150 miliar diambil dari porsi 60% itu. Sisanya untuk upah dan sub kontraktor,"ujarnya.

Sementara 40% hasil IPO untuk pengembangan usaha baru seperti produksi beton (15 persen), pembangunan realty 15%, dan tol road 10%. Kedepan, perseroan bakal menjajal opsi investment dalam bisnis jalan tol. Saat ini, perseroan sudah menjajal bisnis tol road bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Citra Marga Nusa Pala, Tbk (CMNP), “Share kita 12,5%, PP 12,5%, Hutama 12,5%, dan CMNP 62%,”ungkapnya.

Rencananya, perseroan juga akan menambah investasi pada 1 ruas tol lagi di wilayah Sumatera. Nantinya, perseroan akan biding tol Medan-Kuala Namu bersama PP dan Jasa Marga.

Pembiayaan Istaka

M Choliq juga mengklarifikasi pemberitaan beberapa media yang menyebutkan bahwa Perseroan akan menakuisisi PT Istaka Karya (Persero). Menurut dia, yang terjadi antara lain bahwa sejak dua tahun lalu, Kementrian BUMN menugaskan Waskita untuk menyelamatkan Istaka yang terus merugi hingga pailit.

Untuk tugas tersebut, Perseroan telah mengeluarkan 60% total biaya untuk menyehatkan Istaka yang sebesar Rp80 miliar. Biaya tersebut dikeluarkan secara berkala antara lain, 20% di 2011, kemudian 40% di tahun ini, 40% di tahun depan, “Kenyataanya Istaka semakin parah sakitnya. Ada opsi dari kreditor jika utang Istaka dikonversi menjadi saham on voting. Namun itu harus diputuskan oleh pengadilan. Tentu butuh proses yang lama," tegasnya.

Namun jika terjadi konversi, lanjut dia, akan menambah laba perseroan di tahun depan. Dimana perseroan menargetkan laba bersih Rp 355 miliar dan sudah memperhitungkan sisa pembiayaan 40% ke Istaka. (bani)

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BJB Targetkan Himpun Rp4,9 Triliun dari Penerimaan PBB

  NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB pada tahun ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…