Mengajar dan Meneliti Adalah Passion - Lana Soelistianingsih, Dosen FEUI & Analis Samuel Sekuritas

Sejatinya, bagi peneliti tak ada hal yang lebih menyenangkan daripada penelitiannya mendapat apresiasi banyak orang. Lana pun demikian, kegembiraannya nampak membuncah kala beberapa penelitiannya turut diapresiasi orang banyak.

NERACA

Ya, dari beberapa penelitian yang dilakukan Lana, beberapa diantaranya memang mendapat perhatian lebih dari pemerintah, dan kemudian digunakan pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan. “Belum sampai ke situ sih, mungkin saya cuma “geer” saja, karena setelah saya melakukan penelitian tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan seperti yang saya tuangkan dalam penelitian,” sebut dia.

Tidak mengherankan, karena dahulu, yang menjadi pembimbing desertasinya adalah orang pemerintahan, membuat penelitian-penelitiannya mudah masuk ke pemerintahan dan direspon pemerintah. Tetapi, Lana mdengan merendah mengatakan, kalau penelitiannya belumlah apa-apa untuk dapat dijadikan kebijakan pemerintah.

Sebagai peneliti, Lana pun punya penelitian yang ia favoritkan, menurutnya penelitian tersebut adalah penelitian yang memakan proses lama, yaitu penelitian mengenai utang, karena sejak dahulu dahulu pengelola utang masih terpecah. “Karena dahulu Bapennas yang berutang, Kementerian Keuangan yang memonitor utang, sementara pegelolaan devisa ada di BI, itu terpecah,” sebut dia.

Karirnya, sebagai peneliti di Samuel Sekuritas dimulai 16 tahun silam, saat itu keputusannya mengambil jalur ini karena ia menyukai pekerjaan sebagai peneliti. Tantangannya adalah bagaimana dia secara to the point membuat penelitian yang bermanfaat bagi orang banyak. “Itu cukup menantang, karena tak mudah memberikan arahan terhadap investor,” kata dia.

Selain itu, pekerjaan yang digelutinya itu relevan dengan bidang keilmuan yang diambilnya, penelitian yang dilakukannya dapat dia aplikasikan ketika mengajar. Intinya, semua itu dijadiaknnya sebagi exercise dari apa yang di dapat dari teori ke dunia nyata atau dengan kata lain ia mampu mediator antara dunia teoritis dan dunia nyata.

Maklum, selain melakoni pekerjaan sebagai peneliti di Samuel Sekuritas, Lana juga saat ini masih menjadi salah satu pengajar di Fakultas Ekonomi UI. Sehingga apa yang dia teliti setidaknya bermanfaat untuk diaplikasikan para mahasiswanya.

Soal mengajar sendiri, telah dilakukannya usai menamatkan kuliah di Fakultas Ekonomi UI. Saat itu ia ditunjuk untuk menjadi asisten dosen. Karena, mahasiswa berprestasi biasanya ditunjuk sebagai asisten dosen. Setelah itu ia dikirim untuk menimba ilmu di luar neger, tepatnya di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, USA dengan gelar Master in Economic Development. “Kalau dahulu kan mahasiswa berprestasi ditunjuk menjadi asisten dosen, setelah menjadi asisten dosen saya disekolahkan di Amerika,”jawab dia.

Kejar Titel Profesor

Perhatiannya terhadap dunia pendidikan, membuat Lana berkeinginan membuka sekolah murah mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama (TK-SMP). Lantas kenapa hanya sampai SMP? Alasannya memilih sampai SMP, karenaitu merupakan dasar pendidikan.

Niatan itu sudah tertanam di benaknya sejak lama, dan ia berharap keinginannya ini segera terwujud. “Mudah-mudahan segera terealisasi. Sekarang lagi ngumplin uang. Semua perlu proses matang, karena yang saya inginkan, bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas,” ujar wanita yang gemar merajut ini.

Keinginannya mendirikan sekolah didasari keinginan untuk memperkecil gap. Makanya, ia memfokuskan agar anak-anak yang tidak mampu dalam hal ekonomi. tetap mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan yang layak. “Anak orang kaya itu rata-rata pintar karena fasilitas pendidikannya lengkap,” kata Lana menjelaskan.

Nah, satu lagi harapannya yaitu ingin meraih titel profesor. Menurutnya, sebagai seorang akademisi tidak lengkap rasanya jika belum mencapai titel itu. Ia pun berharap tahun depan titel tersebut sudah dapat diraihnya. “Sebagai akademisi, apalagi yang mau dikejar selain menjadi profesor,” jelas Lana menurut pembicaraan.

BERITA TERKAIT

Dosen: Perlu Rencana Kongkrit Berantas Korupsi

Dosen: Perlu Rencana Kongkrit Berantas Korupsi NERACA Depok - Dosen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Vishnu…

Korupsi dan Transaksi Bursa

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Perdagangan bursa di awal tahun 2019 mencetak IHSG…

Polemik Harga Tiket, Dugaan Kartel dan Penyelamatan Maskapai

Oleh: Royke Sinaga Pesawat terbang sebagai moda transportasi harus diakui tetap menjadi favorit bagi masyarakat. Selain dapat menjelajah jarak ribuan…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…