Humpuss Intermoda Targetkan Investasi US$120 Juta

NERACA

Jakarta- PT Humpuss Intermoda Tbk (HITS) menganggarkan investasi sekitar US$120 juta pada tahun 2013 seiring dengan adanya beberapa tender yang akan digarap perseroan. “Total investasi tahun depan sekitar US$120 juta yang akan digunakan untuk beberapa tender.” ujar Direktur PT Humpuss Intermoda Tbk, Permadi di Jakarta (12/12).

Permadi mengatakan, dengan adanya pemberian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), pihaknya optimis kelanjutan usaha perseroan ke depan. Sementara untuk pendanaan investasi tersebut dapat berasal dari perbankan baik dalam dan luar negeri. Selain itu dapat juga dengan mengadakan bekerja sama dengan mitra strategis.

Dengan diselesaikannya permasalahan hukum, perseroan akan mengerjakan beberapa tender antara lain tender LNG Tanker ukuran 125 ribu CBM dengan kontrak sekitar 10 tahun dengan investasi sekitar US$30 juta. Selain itu, perseroan akan berinvestasi untuk kapal Chemical Tanker berkapasitas 10 ribu DWT dengan investasi yang dibutuhkan US$15 juta.

Menurut Permadi, pihaknya gjuga mengikuti tender pada 2013 untuk proyek off shore dalam negeri yang terdiri dari 7 kapal LNG support- harbor tug dengan periode sewa di atas 10 tahun dengan investasi sekitar US$60 juta.

“Saat ini perseroan tengah melakukan negosiasi dengan pihak asing untuk oil support yang dipergunakan sebagai floating storage and offloading ukuran 125 ribu cbm. Periode sewa antara 1-3 tahun dengan investasi US$15 juta.” jelasnya.

Direktur Keuangan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, Budi Haryono mengatakan, pihaknya memproyeksikan akan kembali memperoleh laba positif dengan diselesaikannya permasalahan hukum terkait penyelesaian utang dan ganti keurugian yang dibebankan kepada perseroan.

“Untuk setahun ini kami fokus menyelesaikan kewajiban pembayaran utang. Harapannya laba perseroan bisa menanjak dari nilai positifnya pada tiga tahun lalu yang berada di kisaran Rp300 miliar.” jelasnya.

Pencapaian tersebut, lanjut Budi didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini, khususnya adanya rencana perseroan untuk kembali melakukan pengembangan usaha di tahun depan. Menurut dia, sejauh ini beberapa kontrak yang dikantongi perseroan terganjal karena adanya permasalahan hukum. Karena itu, pihaknya akan segera melunasi seluruh utang perseroan, khususnya untuk tagihan yang masuk dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Budi mengatakan, proposal composition plan mengenai pelunasan utang untuk semua kreditur sudah ditandatangani oleh para kreditur. Hanya saja masih diperlukan pembahasan lebih dalam terkait verifikasi jumlah total utangnya pada 23 November mendatang.

Dari seluruh utang yang ditagih kepada Humpuss, kata Budi yang akan pertama kali diselesaikan adalah utang datang, yaitu utang untuk kreditor konkuren seperti kelompok rekanan, vendor, konsultan yang diperkirakan sudah dapat dilunasi pada November tahun depan. (lia)

BERITA TERKAIT

Kominfo Targetkan Kebijakan 5G Rampung Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. “Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita…

Masalah Inflator Kantong Udara, Toyota Tarik 1,7 Juta Kendaraan

Toyota Motor Corp mengatakan pada Rabu (9/1) bahwa pihaknya menarik 1,7 juta kendaraan di seluruh dunia terkait adanya potensi masalah…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…