Tingkat Hunian Hotel Akhir Tahun Melonjak

NERACA

Jakarta – Libur akhir tahun, terutama Natal dan Tahun Baru menjadi ladang emas bagi pariwisata Indonesia. Hotel-hotel kebanjiran pesanan. “Occupancy rate-nya (tingkat hunian) meningkat dari biasanya 10-20% menjadi 80-100%,” kata pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Aditya Griadi, kepada Neraca, Rabu (12/12).

Sebetulnya peningkatan tingkat hunian setinggi itu juga terjadi di liburan-liburan panjang, kata Adit, tetapi liburan akhir tahun lebih menguntungkan karena merupakan liburan yang paling panjang sepanjang tahun.

“Orang yang tadinya menginap hanya 2 hari pada liburan biasa, bisa menjadi 4 hari pada liburan akhir tahun,” jelas Adit.

Peningkatan permintaan akan menaikkan penawaran naik. “Biasanya harga kamar hotel di akhir tahun meningkat menjadi satu setengah kali lipat dari weekend biasa,” kata Adit.

Walaupun harga sudah dinaikkan, kata Adit, tetap saja permintaan ludes. “Biasanya hotel-hotel itu akan fully booked dalam rentang dari 24 Desember sampai 2 Januari. Jangan banyak berharap akan mendapatkan kamar kalau baru memesan di hari yang diinginkan,” kata dia.

Bahkan saat sekolah libur pun sudah mulai terlihat peningkatan, kata Adit. “Sejak tanggal 20 (Desember) sudah banyak sekolah yang libur dan orang tua yang cuti. Jadi sebelum tanggal 24 juga sudah akan terlihat peningkatan,” jelas dia.

Meskipun demikian, hotel-hotel seakan tidak mau kehilangan kesempatan untuk menggaet secepat mungkin tamu hotelnya. Padahal masih dua minggu lagi, tetapi hotel-hotel sudah memberikan bermacam tawaran.

Misalnya GH Universal Bandung yang akan membuat acara Family Magical Moment with Santa Claus. Dalam acara tersebut, pengunjung dapat berfoto bersama Santa dan juga terdapat pembagian suvenir.

Sepanjang 24 Desember sampai 1 Januari, hotel tersebut juga menggelar Kids Cinema. Bioskop dibuat dari sebuah meeting room, lalu diputarkan film anak-anak.

Hal serupa akan dilakukan Hotel Sahid Jaya. Pada malam natal, akan digelar live music, magician, human puppet, dan akrobat.

Dalam menggaet pengunjungnya, hotel-hotel merasa terbantukan dengan adanya situs-situs online yang ikut menjual hotel, seperti Agoda dan Happy Holiday. “Ini sangat berpengaruh, karena banyak orang yang belum tahu lokasi yang akan dia kunjungi,” jelas Adit.

Penjualan hotel rata-rata dari situs-situs tersebut mencapai 20%, kata Adit. Namun tidak semuanya demikian, untuk hotel-hotel di Bali angka penjualan dari situs-situs itu bisa mencapai 80%

BERITA TERKAIT

Investasi Hotel di Asia Pasifik Meningkat 15 Persen - Tahun 2019

Investasi Hotel di Asia Pasifik Meningkat 15 Persen Tahun 2019 NERACA Jakarta – Asia Pasifik adalah satu-satunya wilayah yang dinantikan…

Keberhasilan Program Sejuta Rumah Dorong Hunian Layak

Keberhasilan Program Sejuta Rumah Dorong Hunian Layak NERACA Jakarta - Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)…

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Indonesia Masih Butuh Sistem Birokrasi Lebih Cepat

  NERACA   Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dalam menghadapi dunia persaingan dewasa ini, Indonesia membutuhkan sistem birokrasi…

Empat Dana Abadi akan Tersaji di 2020

  NERACA   Jakarta - Kantor Staf Kepresidenan menyebutkan Indonesia akan memiliki empat jenis dana abadi untuk berbagai kebutuhan mulai…

Produk Unggulan Taiwan Siap Dipamerkan

    NERACA   Jakarta – Setiap tahunnya, Taiwan selalu menyelenggarakan kompetisi yaitu Taiwan Excellence Awards yang mana produk lokal…