“Dari Pangkas Suku Bunga hingga Ekspansi Cabang” - Program LPDB-KUMKM 2013

NERACA

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) mengusulkan pemangkasan tingkat suku bunga pinjaman bagi usaha kecil menengah (UKM) strategis yang bergerak di bidang usaha yang padat karya menjadi hanya satu persen per tahun.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial menuturkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk bisa merevisi aturan terkait tingkat suku bunga pinjaman. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keberpihakan pada upaya penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka kemiskinan.

"Kami akan pangkas bunga untuk UKM strategis, terutama yang padat karya menjadi sebesar satu persen saja. Selama ini tingkat suku bunga kami enam persen per tahun dengan skala menurun untuk koperasi sektor riil," kata Kemas di Jakarta, Rabu (12/12).

Sementara untuk koperasi simpan pinjam ditetapkan sebesar sembilan persen per tahun skala menurun. LPDB telah menyalurkan Rp2,46 triliun kepada 1.533 mitra di seluruh Indonesia sejak 2008 hingga 6 Desember 2012 kemarin.

Tahun ini, lembaga tersebut menyalurkan dana bergulir Rp1,3 triliun yang bersumber dari APBN 2012, di mana telah terserap Rp851,36 miliar dan sebesar Rp501,26 miliar sisanya masih menunggu proses pencairan.

Tingkat kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) LPDB sampai 31 Oktober 2012 berkisar 0,05%-0,06%. “Tahun depan, kami akan menyalurkan dana bergulir Rp1,9 triliun yang bersumber dari APBN 2013,” terang Kemas.

Selain itu, dia mengatakan bahwa lembaganya belum akan mengelola dana pihak lain untuk memperkuat permodalan KUMKM. "Menkeu (Agus Martowardojo) belum memberikan izin. Kata dia (Agus), dana dari APBN selama ini dirasa masih cukup," ungkapnya.

Kerja sama pihak ketiga

Dia juga menjelaskan, sampai saat ini, belum ada mekanisme resmi yang memungkinkan lembaganya untuk menyalurkan dana pihak lain termasuk dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, dana asing, dan lain-lain untuk memperkuat permodalan KUMKM.

Padahal, lanjut Kemas, pihaknya telah menerima permohonan pengajuan dana bergulir hingga mencapai 9.000 proposal sampai saat ini. "Permintaan ini bila dipenuhi semua, kami perlu dana setidaknya Rp30 triliun," tambah dia.

Menurut dia, setiap rupiah dana yang digulirkan kepada pelaku KUMKM potensial untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Sebenarnya, LPDB telah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memperbesar dana bergulir yang bisa disalurkan kepada pelaku KUMKM.

"Memang sudah kami jajaki dan banyak perusahaan BUMN yang memberikan sambutan baik tapi Menkeu belum izinkan karena dana itu perlu penjaminan pemerintah dan dikhawatirkan ada trik politik masuk," katanya. Oleh karena itu, pihaknya belum akan menggelontorkan dana bergulir yang sumbernya bukan berasal dari APBN.

Direstui DPR

Kemas Danial pun menambahkan, pihaknya menganggarkan Rp14,4 miliar untuk membuka delapan kantor cabang baru di luar Pulau Jawa pada 2013 mendatang. "Anggaran sudah kami siapkan masing-masing kantor cabang Rp1,8 miliar," ujar dia.

Lebih lanjut Kemas mengatakan, pihaknya telah mendapatkan persetujuan DPR terkait anggaran pembukan delapan kantor cabang yang dibagi dalam dua tahap itu. Rencananya, pada tahap awal lima kantor cabang LPDB akan dibuka di Palembang Sumatera Selatan, Medan Sumatera Utara, Balikpapan Kalimantan Timur, Sorong Papua, dan Makassar Sulawesi Selatan.

"Tiga cabang berikutnya akan menyusul dibuka pada akhir 2013," tambah Kemas. Dia mengatakan, pihaknya telah mempresentasikan rencana pembukaan kantor cabang itu kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara/Ketua Bappenas, Armida Alisjahbana.

"Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak disetujui karena tahun depan dana kelolaaan kami sudah Rp5 triliun dan jumlah karyawan kami hanya 200 orang," katanya. Menurut dia, keberadaan kantor cabang khususnya di luar Jawa akan mempermudah lembaganya untuk melakukan pengawasan dan evaluasi penyaluran dan pengembalian dana bergulir.

Selain itu, pembukaan kantor cabang juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja sistem penyaluran dana bergulir. "Dengan adanya kantor cabang, kita harapkan sistem akan semakin bagus, semakin efisien dan tepat sasaran," tandasnya. [rin]

BERITA TERKAIT

Pefindo Pangkas Outlook APLN Jadi Negatif

NERACA Jakarta – Melorotnya performance kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) di 2018, rupanya berbuntut rating atau outlook…

Pemeliharaan Larona Canal - INCO Pangkas Target Bawah Produksi Nikel

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan adanya pemeliharaan Larona Canal Relining, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merevisi target produksi nikel dari 76.000…

Gubernur Jabar Dorong Pemberangkatan Haji dari Bandara Kertajati

Gubernur Jabar Dorong Pemberangkatan Haji dari Bandara Kertajati NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…