Tahun 2013, Atlas Targetkan Penjualan 4,5 Juta Ton

NERACA

Jakarta- PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan penjualan 4,5 juta ton pada tahun 2013. Dari angka tersebut, sekitar 1,5 juta ton diharapkan dapat terjual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Target sales kami dapat tercapai sekitar 1,5 juta hingga 4,5 juta ton atau hampir sama dengan kapasitas produksi kami tahun depan 4,5 juta ton,”kata Direktur ARII Aulia Setiadi di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, pada tahun ini kapasitas produksi perseroan mengalami peningkatan sebesar 4 juta ton pada tahun ini seiring dengan peningkatan infrastruktur dan proyek haul road sepanjang 137 km dari Hub Muba ke terminal batu bara sungai.

Sepanjang tahun 2012, kata Aulia, kinerja perseroan terpengaruh dengan kondisi batubara yang mengalami penurunan. Alhasil, hingga kuartal ketiga tahun ini perseroan membukukan rugi bersih US$9,66 juta.

Sementara untuk volume penjualan hingga kuartal ketiga ini, menurut dia sekitar 705.775 ton untuk ekspor dan 101.372 ton untuk domestik. Sejauh ini menurut dia, penjualan domestik hanya mancapai 12% dari total penjualan. Sementara untuk negara Asia lainnya, antara lain Taiwan 48%, Jepang 15%, China 13%, dan sekitar 11% diekspor ke Korea.

Pada kesempatan yang sama Dono Gustami yang juga menjabat sebagai Direktur ARII mengatakan, PT Atlas Resources berencana untuk memangkas penggunaan belanja modal hingga 50% dari target anggaran perseroan sebelumnya, atau sebesar US$68 juta. “Kondisi pasar batu bara yang saat ini sedang tidak kondusif. Kami akan melakukan pemangkasan hingga 50% dari anggaran kami guna mengefisiensi biaya perseroan,” jelasnya.

Pasar Turun 35%

Menurutnya, penurunan pasar batu bara yang terjadi sejak awal tahun hingga saat ini sekitar 30-35%. Akibatnya, juga berpengaruh pada penundaan proyek perseroan yaitu Haul Road 2. meskipun demikian, pihaknya akan berupaya meningkatkan pemasokan dengan mengangkut 30 juta ton dari proyek Haul Road 1.

Biaya untuk proyek Haul Road tersebut lanjut dia, sekitar US$50 juta dan akan diselesaikan pada Juni 2013. Sementara itu, volume penjualan perseroan mengalami kenaikan sebesar 8% dari 746 ribu menjadi 807 ribu ton, termasuk penjualan domestik sebanyak 101 ribu ton pada September 2012.

Pelanggan domestik utama ARII adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), ARII melalui anak usahanya PT Hanson Energy mendapatkan kontrak pembelian batubara dari PLN sebesar 3,078 juta ton per tahun.

Sebagai informasi, kuartal ketiga 2012, perseroan membukukan rugi bersih sebesar US$ 9,49 juta atau US$ 0,0032 per saham. Kerugian tersebut menunjukan anjiloknya kinerja perseroan apabila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal ketiga tahun lalu sebesar US$ 2,61 juta atau US$0,0014 per saham.

Hal tersebut menyebabkan membengkaknya beban pokok perseroan dari US$ 48,52 juta pada kuartal ketiga 2011 menjadi US$ 60,19 juta di kuartal ketiga 2012, dan beban usaha mengalami kenaikan dari US$ 10,47 juta menjadi US$14,67 juta. Sementara pendapatan pokok perseroan mengalami kenaikan dari US$ 64 juta pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi US$ 65,78 juta pada tahun ini. (lia)

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

Imbangi Aliran Modal Asing - OJK Targetkan 5 Juta Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta – Memperingati 42 tahun kembali diaktifkannya industri pasar modal, telah banyak pencapaian dan perubahan yang ditorehkan. Bahkan industri…

AKIBAT KENAIKAN IMPOR NONMIGAS - NPI Defisit US$63,5 Juta di Juli 2019

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, data neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juli 2019 terjadi defisit US$ 63,5 juta, yang merupakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…