ATPK Targetkan Penjualan 201.599 Ton Batu Bara

NERACA

Jakarta – Meskipun harga komoditas tahun ini sedang lesu, tidak membuat PT ATPK Energy Resources Tbk (ATPK) mematok target konservatif dan sebaliknya pasang target lebih agresif. Bahkan untuk kuartal empat tahun iini, perusahaan batu bara ini menargetkan penjualan mencapai 201.599 ton.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (12/12). Disebutkan, ekspektasi ini didukung adanya permintaan untuk tujuan akhir pembeli di India melalui PT Bara Jaya Utama. Harapan ini muncul setelah pada dua bulan pertama kuartal empat, perseroan berhasil menjual 151.599 ton batu bara.

Selain itu, pada tahun ini perseroan terus mengalami penurunan volume penjualan hingga kuartal ketiga, terimbas krisis ekonomi Eropa. Pada kuartal pertama 2012, volume penjualan mencapai 284.963 ton atau rata-rata 94.987 ton per bulan. Namun terjadi penurunan pada dua kuartal berikutnya.

Kuartal kedua volume penjualan turun menjadi 154.043 ton atau rata-rata 51.347 ton per bulan dan di kuartal ketiga turun lagi menjadi 69.874 ton atau 23.290 ton per bulan. Total penjualan batu bara perusahaan selama 2012 diharapkan mencapai 710.478 ton atau meningkat dari total volume penjualan batu bara tahun lalu yang mencapai 678.302 ton.

Asal tahu saja, tahun 2011 PT ATPK Resources Tbk (ATPK) akan meningkatkan volume produksi dari PT Mega Alam Sejahtera sebesar 1,5 juta ton per tahun pada 2012.Produksi batu bara dari PT Mega Alam Sejahtera diharapkan dapat mencapai 125 ribu per bulan. Dengan penambahan berbagai fasilitas yang diperlukan diharapkan produksi akan meningkat menjadi 1,8 juta ton pada 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…