Matematika Sedekah ala Yusuf Mansur

Bagi yang percaya dengan keutamaan bersedekah, dipastikan tidak akan ada orang yang kikir di dunia. Ustad Yusuf Mansur telah mengungkapkannya dalam ‘Matematika Dasar Sedekah 1’. Dia mengadopsi rumus yang terdapat dalam Quran Surat Al-An’am ayat 160 (QS 6:160) dan QS 2:261.

Dalam QS 6:60, menurut Yusuf Mansur, terdapat hitung-hitunganpenambahan dan penguranganseperti ini, 10-1 = 19, 10-2= 28, 10-3 = 37, 10-4 = 46, 10-5 = 55, 10-6 = 64, 10-7= 73, 10-8=82, 10-9=91, dan 10-10= 100. Kuncinya, setiap bersedekah 1, akan diganti 10kali. Dengan demikian, 10-1= 9+10, 10-2= 8+20, 10-10= 0 + (10x10) = 100.Misalnya kita berharta 10 dikurngi untuk sedekah 1 bagian,harta kita justru akan ditambah menjadi 19.

Janji setiap sedekah diganti 10 kali terdapat dalam Quran Surat Al-An’aam ayat 160 yang berbunyi, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya…..”

Dalam rumusan kedua, hitungan bagi mereka yang bersedekah akan diganti 700 kali lipat. Hal itu terdapat dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261 yang berbunyi, ”perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.”

Dengan demikian, 10-1=709, 10-2=1.408, 10-3=2.107, 10-4= 2.806, 10-5= 3.505, 10-6= 4.204, dan 10-10 tidak 0 melainkan 7.000. Itu janji Tuhan kepada umatnya. Lagi pula, tidak pernah ada cerita dan berita ada orang yang suka bersedekah jatuh miskin. Yang menjadi kabar berita adalah orang yang bersedekah menjadi makin kaya. (saksono)

BERITA TERKAIT

Berkoperasi Syariah ala Muhammadiyah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Seiring dengan perkembangan ekonomi syariah yang ada di tanah air, keberadaan lembaga keuangan…

Pengawasan Perbankan ala Mahathir

  Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis Tak berapa lama Mahathir Mohammad terpilih kembali sebagai Perdana…

Nikmatnya NgeFika, Kopinya Ala Orang Swedia

Budaya Ngopi ala Swedia saat ini bisa dinikmati di Indonesia. Sour Sally Group  memperkenalkan Kedai Kafi: Fi:Ka, produk teranyar. Sebelumnya, …

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…