Pemilik Servis Radiator Harus Punya Rekanan - Untuk Capai Keuntung

Bisnis servis radiator, sejatinya memerlukan usaha lebih agar dapat berkembang, sederet usaha pun dilkaukan oleh pemilk, mulai promosi kecil-kecilan melalui brosur, atau dengan menjalin kerjasama kepada para pemilki bengkel mobil.

Ya, pelaku usaha servis radiator memang diharuskan memiliki link di beberapa bengkel untuk menjaring pelanggannya. Karena, banyak bengkel mobil yang justru tidak mempunyai pelayanan perawatan radiator. Karenanya, mereka akan melempar ke orang lain untuk pengerjaan servis radiator pelanggannya.

Lantas bagaimana kalau si empunya usaha tak punya link dalam menjalankan roda usahanya, sepertinya dapat dipastikan, kalau pendapatan mereka akan lebih sedikit daripada pemilik servis radiator yang mempunyai hubungan baik dengan pelaku usaha bengkel mobil.

“Di sini kita memang tidak memberikan pelayanan perbaikan radiator, makanya mengenai servis radiator kita serahkan ke bengkel radiator yang ada di seberang bengkel kita,” ujar Nita, pengelola bengkel mobil di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, sambil menunjuk bengkel radiator yang berada tak jauh dari bengkelnya.

Tak heran jika penghasilan beberapa pengusaha bengkel servis radiator yang memilki link dengan beberapa bengkel mobil jauh lebih besar pendapatannya ketimbang bengkel radiator yang tidak mampunyai link. Akibatnya, banyak gerai servis radiator justru mendapat banyak orderan dari kalangan bengkel.

“Pelanggan saya yang berasal dari perorangan paling sebesar 35 persen saja, sementara sisanya merupakan pasokan dari beberapa bengkel mobil kenalan saya, kalau tidak begitu mungkin bengkel saya tak seramai ini,” sebut Widodo, pemiliki Budi Servis.

Untuk itu, karena mendapat pasokan dari bengkel-bengkel mobil yang ada, harga yang diberlakukan pun berbeda-beda. Kalau biasanya, untuk servis radiator bagi perorangam di berlakukan tarif sebesar Rp80.000, untuk kalangan bengkel diterapkan lebih murah lagi, yakni di kisaran Rp65.000.

“Soal traif sih kita sesuaikan saja, biasanya kita juga memberikan selisih agar bengkel tersebut juga mendapat untung, untuk itu biasanya kalangan perorangan mendapat tarif sebesar Rp80.000, untuk bengkel Rp65000, dan selisihnya untuk mereka (bengkel mobil),” ujar Widodo.

Nah, simbiose mutualisme antara bengkel mobil dan bengkel radiator inilah yang membuat keduanya mampu bertahan. Walaupun bengkel radiator itu kecil dan sederhana, tetapi banyak mendapat pasokan dari bengkel mobil tidak mustahil kalau uang yang dihasilkan lebih besar daripada bengkel radiator besar yang hanyamengandalkan pasar untuk kalangan perorangan saja.

Tak hanya itu, kini beberapa pemilik bengkel radiator juga turut menyertakan pelayananlainnya kepada pelanggan, pelayanan seperti stroom accu serta jual beli accu baik baru ataupun bekas ternyata mampu mendongkrak pendapatan mereka. Tak heran, kini banyak bengkel yang telah memberikan layanan seperti itu.

Bantu Program Pemerintah

Selain memperoleh keuntungan, membuka gerai servis radiator juga dapat membatu pemerintah menjalankan program pengentasan kemiskinan. Pasalnya, kemiskinan berjalan lurus dengan pengangguran. Nah, dengan membuka bengkel seperti ini (servis radiator) tentunya usaha yang kita miliki mampu mempekerjakan orang lain.

Umpamanya, sebuah bengkel radiator mampu mempekerjakan 3 orang karyawan sudah dapat dibayangkan berapa banyak penyerapan tenaga kerja jika terdapat 10 bengkel. Nah, bagaimana kalau lebih dari itu. Kontan, itu akan sangat membantu program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran.

BERITA TERKAIT

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih - Sampai Desember 2018

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih Sampai Desember 2018 NERACA Sukabumi - Besaran klaim santunan kecelakaan…

IMF Ingatkan Soal Utang, Menkeu Berdalih Bukan untuk RI

NERACA Jakarta - Ketika berpidato di konferensi pers Prospektus Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyebutkan…

Pakar: Harus Ada Politik Hukum Yang Lebih Menggigit

Pakar: Harus Ada Politik Hukum Yang Lebih Menggigit NERACA Purwokerto - Dalam penanganan kasus korupsi ke depan harus ada politik…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…