Meraup Untung dari Kotornya Bisnis Servis Radiator

Asalkan dijalankan dengan tekun dan benar peluang usaha servis radiator mampu menghasilkan omzet belasan hingga puluhan juta rupiah. Apalagi saat ini, dimana jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah, secara logika peluang usaha ini juga semakin besar.

Neraca

Setuju atau tidak, banyak data yang menunjukkan kalau jumlah total kendaraan di Indonesia, khsusunya di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) terus bertambah, perkembangan ini tentunya berjalan lurus dengan pertumbuhan populasi di Indonesia. Yang pasti, semua kendaraan itu memiliki radiator yang secara berkala harus dirawat atau diservis.

Ya, servis radiator merupakan pekerjaan bengkel untuk memperbaiki atau merawat radiator kendaraan. Tujuannya, tentu saja agar radiator dapat berfungsi sebagaimana mstinya sehingga kendaaran dapat melaju dengan normal.

Namun, saat ini hujan seringkali membasahi kawasan Indonesia. Lantas, apakah sekarang saat yang tepat untuk membuka usaha servis radiator? Karena secara logika di cuaca seperti saat ini (musim penghujan) tidak banyak mempengaruhi suhu mesin kendaraan.

Meski secara logika demikian, tetapi secara teknik tak seperti itu. Karena kebanyakan sisitem pendingin radiator menggunakan air, maka seringkali terjadi penumpukan korosi atau karat di bawah radiator. Nah, hal ini jarang diperhatikan pengguna kendaraan, penumpukan korosi inilah yang menyebabkan sirkulasi air tak berjalan lancar, dan berakibat mobil tak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk itu, perawatan berkala harus dilakukan, nah inilah soal yang terkadang sulit dilakukan pemilik kendaraan, kebanyakan mereka hanya tahu bagaimana menggunakan kendaraan tersebut, tanpa mengerti banyak bagaimana cara merawatnya.

Investasi Harus Besar?

Ketidak telatenan para pemilik kendaraan merawat kendaraann inilah, yang membuka peluang bisnis bagi sekelompok orang yang menguasai teknik otomotif sederhana, seperti radiator misalnya. Sebagian besar pemilik bengkel radiator seringkali memberikan jasa sekedar menambal bagian-bagian radiator.

Sementara mengenai peralatan, untuk usaha yang bisa disiasati secara sederhana. Ya, untuk membuka usaha yang satu ini tidaklah terlalu banyak menggunakan peralatan berharga mahal, , yang diperlukan adalah beberapa kunci pas, dan kunci ring ukuran 12, 13, dan 14 inc. Selain itu, diperlukan sikat kawat, alat solder, timah, air raksa, dan bahan kimia lain untuk campuran solder.

Nah, modal utama membuak bisnis ini adalah ketelitian dan kehati-hatian ketika membuka dan memasang klem komponen atas atau bawah radiator agar tidak ada yang bocor. Dengan kata lain, usaha ini tidak membutuhkan nilai investasi besar, kecualai untuk sewa tempat yang digunakan sebagai gerai servis.

Soal hasil, usaha ini ternyata cukup menjajanjikan, meski kelihatannya pelaku usaha justru terlihat dekil dan kotor tetapi hasilnya sungguh menjanjikan. Betapa tidak, coba bayangkan, jika sebuah pengerjaan servis radiator dikenai biaya sebesar Rp8.000 berapa jumlahnya jika sepuluh radiator dikerjakan per hari?

“Kalau saya memberi tarif seperti kebanyakan tempat servis serupa, yakni di kisaran Rp80.000, soal pergantian sparepartnya, harga tiap mobil berbeda-beda, tergantung merk mobilnya apa,” kata Widodo yang membuka gerai di bilangan Bintaro dengan bendera Budi Servis.

Pelaku usaha lainnya bahkan mematok harga lebih dari itu kepada para konsumennya seperti harga yang diterapkan Riyadi dari Sudiono Radiator Rapih, ia mengaku mematok harga layanannya di kisaran Rp125.000 untuk servis, belum lagi kalau harus diganti dengan yang baru, harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Makanya, jangan heran kalau untuk setiap bulannya Riyadi memperoleh omzet sebesar Rp30 juta, apalagi kini ia punya dua cabang tentunya keuntungan yang ditanggok Riyadi tidaklah kecil. “Per hari kita mempu mengerjakan puluhan radiator, apalagi kala musim kemarau datang, konsumen semakin membludak, tak kemarau saja sudah banyak, apalagi kalau musim kemarau,” sebut dia.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Daya Saing, ISC Beri Pelatihan Pada Pelaku UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digadang-gadang menjadi pilot perekonomian Indonesia. Namun begitu masalah yang membelit para pelaku UMKM menjadikan usaha…

Wapres : Pengembangan UMKM Masuk dalam Draf Omnibus Law

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pengembangan UMKM akan masuk dalam draf omnibus law karena membutuhkan payung hukum yang kuat. "Supaya…

Mencicipi Gurihnya Usaha Nasi Uduk Palagan

Siapa yang tidak suka nasi uduk? Makanan otentik Indonesia ini tentunya digemari banyak kalangan, rasanya yang gurih membuat nasi uduk…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tingkatkan Daya Saing, ISC Beri Pelatihan Pada Pelaku UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digadang-gadang menjadi pilot perekonomian Indonesia. Namun begitu masalah yang membelit para pelaku UMKM menjadikan usaha…

Wapres : Pengembangan UMKM Masuk dalam Draf Omnibus Law

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pengembangan UMKM akan masuk dalam draf omnibus law karena membutuhkan payung hukum yang kuat. "Supaya…

Mencicipi Gurihnya Usaha Nasi Uduk Palagan

Siapa yang tidak suka nasi uduk? Makanan otentik Indonesia ini tentunya digemari banyak kalangan, rasanya yang gurih membuat nasi uduk…