Halal dan Adilkah Arisan Bearntai?

Di internet, sering kita mendapat tawaran yang menggiurkan. Dengan modal hanya Rp 40 ribu, saja, kita bakal mendapat dana besar dalam waktu tak sampai berbulan-bulan. Tawaran bergabung dalam arisan itu disertai sejumlah testimoni peserta yang sukses.

Dari Ibu Rachman S (Sumsel): "Terima kasih kepada saudara Budi Santoso (Solo) yang telah mengirimkan program ini kepada saya, walaupun sebelumnya saya merasa takut dan tidak mempercayainya. Kalau toh ini penipuan apalah arti uang Rp60.000,- dan kalau ditambah biaya fotokopi, amplop dan perangko paling habis Rp100.000. Bila berhasil akan mengubah nasib kamu. Sahabat saya memperlihatkan tabungannya sangat banyak Rp450.000.000. Setelah dua bulan saya mengikuti program ini, tabungan saya jumlahnya mencapai Rp375.000.000…. “

Ibu Rachman mengabarkan pula dengan penuh keyakinan bahwa dengan sikap jujur dan percaya, program itu akan halal dan tidak merugikan orang lain. Bahkan, untuk meyakinkan calon peserta, ada pula yang mengubah investasi itu dengan istilah infak dan sedekah. Dengan niat berinfak dan bersedekah kepada yang mengajak, dia berharap kita akan mendapat kiriman infak dan sedekah yang lebih banyak dari yang telah kita keluarkan, yaitu empat kali Rp 10.000.

Prinsip Arisan Berantai

Dalam arisan berantai, tiap peserta diminta menyetor sejumlah uang, biasanya Rp 10 ribu kepada empat orang dengan urutan 1, 2, 3, dan 4. Peserta nomor 4 itulah yang biasanya mengundang kita. Setelah itu, kita ubah urutan, nama kita di nomor 4, peserta nomor 4 terdahulu kita naikkan ke urutan 3, nomor 3 naik di urutan 2, nomor 2 naik ke 1, dan nomor 1 kita hapus.

Makin banyak kita mengundang, makin besar pula peluang kita untuk memperoleh dana kiriman yang sangat besar. Karena, prinsipnya, misalkan dari puluhan orang yang kita undang, yang tertarik 10 orang, dia akan mengirimi kita melalui rekening bank sebesar 10 x Rp 10 ribu = Rp 100.000. Ke-10 orang tadi juga berharap sama. Jadi kita akan memperoleh kiriman lagi 10x10xRp10.000 = Rp 1.000.000.

Dari yang 100 orang tadi, diharapkan minimal 10 orang saja yang tertarik, maka kita bisa menerima dana transfer sebesar Rp 10x10x10x Rp 10 ribu = Rp 10.000.000. Jika berakar empat, kita diberi keyakinan bakal mendapat dana sebesar Rp 100.000.000. Jadi total dana yang kita terima sebanyak Rp 100ribu + Rp 1juta + Rp 10juta + Rp 100 juta= Rp 111.100.000.

Bagaimana dengan peserta yang datang belakangan? Bagi yang muslim, setidaknya ada beberapa tuntunan. Di antaranya, dalam Alquran Surat Albaqarah: 275 dinyatakan bahwa tambahan atau perolehan yang dihalalkan adalah yang diperoleh dari jual beli. Padahal, arisan berantai tak menjual barang atau jasa. Tentu bukan sedekah jika kita mengharapkan dapat sedekah yang jauh lebih banyak. Adilkah, jika Ibu Rachman memperoleh Rp375 juta, sedangkan temannya Rp 450 juta.

Sukarela dan bersedekah? Alquran Surat AL Insaan 9 menyebutkan, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ...” Namun dengan pola hitungan perolehan dana seperti itu, sama artinya kita mengharapkan balasan langsung dari orang yang kita ajak. (saksono)

BERITA TERKAIT

Bangun Pelabuhan Selaru - PTK dan SBI Gandeng Perusda Panca Karya

NERACA Jakarta – Dukung pembangunan infrastruktur, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak usah PT Pertamina bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI)…

Hadir Dalam Tiga Tipe, All New Camry Lebih Mewah dan Agresif

PT Toyota Astra Motor (TAM) membuka tahun 2019 dengan menghadirkan All New Camry yang diklaim memiliki tampilan lebih mewah dan…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

KERAJINAN TAMPAH TERANCAM GULUNG TIKAR

Sumarmi (60) membuat kerajinan tampah dari anyaman bambu yang dijual Rp 6 ribu per biji di Dusun Grogolan, Desa Rejoslamet,…

PERPANJANGAN RUNWAY BANDARA SUPADIO

Gubernur Kalbar Sutarmidji (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agusallam (kedua kiri), Kepala…

PGE OPERASIKAN PLTP SIKLUS BINER

Menristekdikti Mohamad Nasir (ketiga kiri) bersama Plt Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wimpie Agoeng Noegroho (kiri) dan Dirut…