Penerimaan Bea Cukai 2012 Lampaui Target

NERACA

Jakarta - Realisasi penerimaan bea cukai sampai dengan November 2012 mencapai Rp 133,099 triliun. Dengan angka tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), yaitu Rp 131,2 triliun. Untuk 2013, DJBC menargetkan penerimaan dari bea cukai sebesar Rp 151 triliun.

Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono, Selasa (11/12), sejak pencanangan reformasi birokrasi pada 2007, target yang ditetapkan oleh pemerintah melalui APBN untuk penerimaan bea cukai selalu bisa dicapai.

Data DJBC per 30 November menyatakan bahwa realisasi bea masuk mencapai Rp 25,7 triliun atau 103,87% dari target dalam APBN-P 2012, yaitu Rp 24,7 triliun. Namun penerimaan dari bea keluar mengalami penurunan, yaitu baru sebesar Rp 19,9 triliun atau 85,7% dari target APBN-P 2012, yaitu 23,2 triliun. Sementara untuk penerimaan cukai mencapai Rp 87,5 triliun atau 105,1% dari APBN-P, yaitu Rp 83,3 triliun.

Turunnya penerimaan bea keluar tahun ini, kata Agung, dikarenakan turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan penurunan ekspor mineral tambang akibat diberlakukannya bea keluar sebesar 20% pada pertengahan tahun ini.

Meskipun secara keseluruhan bea cukai sudah melampaui target, Agung mengaku tidak bekerja santai. Kelebihan dari penerimaan bea cukai nantinya diharapkan dapat menutupi kekurangan penerimaan dari sektor pajak yang diperkirakan menurun karena efek dari krisis global.

“Prediksi kami akhir tahun bisa mencapai Rp 140 triliun,” kata Agung.

Target 2013

Sementara untuk tahun 2013, DJBC menargetkan penerimaan dari bea cukai sebesar Rp 151 triliun. “Ini sudah dianggarkan di APBN,” kata Agung.

Target tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. “Entry point-nya banyak sekali di Indonesia. Untuk pelabuhan tidak resmi saja jumlahnya ratusan sementara sumber daya manusia dari bea cukai masih terbatas,” jelas Agung,

Dari pulau Batam ke pulau Indonesia lainnya memiliki pelabuhan resminya hanya 4 buah, sementara yang tidak resmi mencapai 40 buah. “Jadi semua pantai itu bisa dilewati keluar masuk,” ungkap dia.

Menanggapi target bea cukai yang meningkat Rp 20 triliun tersebut, ekonom Universitas Indonesia Aris Yunanto menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapai target. “Perlu adanya penindakan terhadap oknum-oknum yang bermain di pemeriksaan-pemeriksaan barang. Bea cukai harus mereformasi SDM-nya, baru kemudian sistemnya,” jelas Aris saat dihubungi Neraca.

Untuk meningkatkan penerimaan, kata Aris, DJBC harus ekspansi ke seluruh wilayah perbatasan. “Potensinya masih luas sekali,” kata Aris. Selama ini hanya beberapa saja yang sudah jalan di perbatasan.

Yang harus diwaspadai oleh DJBC, kata Aris, adalah kesiapan dalam menghadapi Asean Economic Community pada 2015. “Akan banyak barang beredar di dalam lingkungan Asean. Pengawasan harus ketat. Jangan sampai barang yang belum dibebaskan mendompleng barang yang sudah dibebaskan,” jelas Aris.

BERITA TERKAIT

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Herborist Pasok 2500 Liter Hand Sanitizer ke RSPAD Gatot Soebroto

    NERACA   Jakarta - Pada awal Maret 2020, Presiden Joko Widodo, telah mengumumkan mulai terdapat orang yang dinyatakan…

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…