Kemajuan Industri Otomotif Indonesia - ATPM Berlomba-lomba Menjadi Yang Terbaik

Minat masyarakat terhadap kendaraan roda empat begitu tinggi, hal itulah yang dilirik ATPM sebagai pasar potensial, tak heran itu membuat persaingan antar ATPM juga semakin ketat.

NERACA

Perkembangan dunia otomotif belakangan ini memang mengalami kemajuan yang cukup pesat, ini bisa dilihat dari penjualan mobil baru di Indonesia, untuk tiga bulan pertama, periode Januari sampai Maret 2012 naik 11% dibanding tahun kemarin.

Dari data penjualan mobil yang diperoleh dari anggota GAIKINDO, penjualan mobil baru dari ATPM/Distributor ke Dealer (Wholesales) mencapai angka 250.500 unit kendaraan. Sementara pada periode yang sama tahun kemarin, penjualan mobil baru mencapai angka 225.750 unit.

Alhasil, persaingan peringkat untuk penjualan mobil antara ATPM sangatlah ketat, berbagai upaya dilakukan, seperti menggeluarkan mobil terbaru dari pabrikan-pabrikan otomotif.Sekarang ini penjualan terbesar, di posisi pertama, masih dikuasai oleh pabrikan Jepang, Toyota yang mendominasi pasar mobil di Indonesia dengan market share mencapai 38%. Total penjualan mobil Toyota selama Januari sampai Maret tercatat sebanyak 96.050 unit.

Kontributor terbesar atau yang memberikan angka penjualan tertinggi bagi PT Toyota Astra Motor, ATPM Toyota di Indonesia, tetap disumbangkan oleh mobil MPV terlaris yaitu Toyota Avanza.

Di peringkat kedua sampai kedelapan, ditempati oleh merk-merk mobil Jepang. Berurutan setelah Toyota adalah Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, Hino, Honda dan Isuzu.

Sebagai catatan, pada tahun-tahun sebelumnya Honda selalu berada di peringkat 5 besar, namun sejak ada bencana gempa di Jepang dan banjir di Thailand, ATPM Honda di Indonesia mengalami kekurangan supply dari pabrik Honda di Jepang dan Thailand, dan ini berpengaruh terhadap angka penjualan, sehingga posisi Honda sekarang berada di peringkat 7. Bahkan pada bulan sebelumnya, angka penjualan mobil baru Honda berada di bawah Isuzu.

Sementara terjadi pergeseran di posisi 9 dan 10 angka penjualan terbanyak, yaitu Kia menggeser Ford. Tingginya penjualan pabrikan asal Korea ini disumbangkan oleh All New Kia Picanto yang menjadi favorit di segmen city car dan All New Kia Rio di segmen hatchback.

Di luar 10 besar merk mobil terlaris 2012, beberapa merk mobil yang memperoleh angka penjualan cukup baik diantaranya Mazda, Hyundai, Proton dan Mercedes Benz.

Sedangkan penjualan pasar mobil Indonesia pada tahun ini bisa sampai 1,1 juta unit. Tahun depan kalau memang hambatannya berpengaruh, pasar mungkin akan tetap di 1,1 juta. Tapi masih ada kesempatan untuk berkembang, mungkin optimisnya bisa sampai 1,2 juta unit.

Penjualan mobil di Indonesia sejak Januari sampai November sendiri sudah menyentuh level tertinggi yakni di angka 1 juta unit atau tepatnya 1.026.602 unit untuk penjualan wholesales. Ini pertama kalinya Indonesia mencetak angka penjualan mobil sebanyak itu.

Sementara untuk penjualan retail, 11 bulan di 2012 tercatat telah mencapai angka 996.361 unit.Sedangkan Mitsubishi menurut Okamoto memiliki target penjualan di angka 140 ribu unit. Dan bila melihat data penjualan hingga November, besar kemungkinan target Mitsubishi itu akan tercapai. Sebab, hingga bulan November lalu, sudah ada 138.778 unit yang terdistribusi.

Prediksi Penjualan 2013

Melihat kondisi pasar yang terus berkembang, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) optimistis penjualan mobil tahun depan naik 10% dari realisasi tahun ini yang mencapai 1 juta unit, akibat kondisi makro ekonomi di Indonesia menunjukkan tren positif.

"Sepanjang daya beli masyarakat terus membaik, maka penjualan mobil akan tetap tinggi. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda menurunnya permintaan untuk kendaraan roda empat," kata Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto.

Pasar otomotif nasional, menurut Yongkie, dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas politik dan keamanan, tingkat suku bunga serta likuiditas.

"Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di atas 6% merupakan faktor yang mendorong pertumbuhan industri otomotif karena terkait dengan tingkat kemampuan daya beli masyarakat," ujarnya.

Sedangkan tingkat suku bunga dan likuiditas, lanjut Yongkie, agen pemegang merek (APM) diharapkan tidak ikut diperketat karena 70% konsumen Indonesia membeli mobil melalui jalur kredit.

Jika tidak ada kendala yang dapat mempengaruhi faktor tersebut, maka pasar kendaraan bermotor pada 2013 diharapkan bisa tumbuh hingga 10%. Yang dikhawatirkan adalah penyeragaman aturan uang muka syariah sebesar 30% pada April 2013, katanya.

Proyeksi pertumbuhan 10% itu memang belum memperhitungkan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau "low cost and green car" (LCGC). Karena,pasar mobil LCGC diproyeksikan mencapai 150.000 unit per tahun. Jika harga mobil LCGC Rp80 juta per unit, maka ada tambahan omzet industri otomotif nasional sekitar Rp12 triliun per tahun.

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

    NERACA   Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi…

Berjuang ala CIMB Niaga untuk Melayani Indonesia

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Tigor M Siahaan menegaskan, sejarah adalah bagian…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Toyota Yakin Penjualan Mobil Nasional 2019 Stagnan 1 Juta Unit

Produsen kendaraan PT Toyota Astra Motor (TAM) memperkirakan penjualan mobil di Indonesia pada akhir 2019 akan stagnan di angka satu…

Yamaha All New Vixion Akhirnya Hadir dengan Warna Baru

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan penyegaran warna dan grafis baru pada sepeda motor naked sport All New Vixion…

Brio dan HR-V Dorong Kenaikan Penjualan Honda

PT Honda Prospect Motor (HPM) membukukan penjualan 13.894 unit pada Juli 2019, naik 84 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 7.563…