ANZ Jadi Konsultan Transaksi Proyek Pembangkit Listrik Hidro

NERACA

Jakarta - Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) menandatangi perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai konsultan transaksi pengembangan proyek kerjasama pemerintah dengan swasta untuk tiga proyek pembangkit listrik hidro yang dikembangkan di Sulawesi dan Sumatera. Hal ini sejalan dengan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai kemitraan dengan swasta publik dalam Rencana Proyek Infrastruktur tahun 2012.

“Setelah melalui analisa dan penilaian yang kompetitif dan transparan, PLN menunjuk ANZ dalam memainkan perannya sebagai penasehat kunci dalam mendukung proyek-proyek pembangkit listrik hidro kami, terutama mengingat rekor ANZ yang sudah lama dan keahliannya dalam menangani proyek-proyek panas bumi dan hidro di seluruh Asia,” kata Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Proyek-proyek ini, lanjut dia, mencakup pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Karama 450 megawatt (MW) di Sulawesi, Batang Toru 510 MW di Sumatera Utara dan Merangin 350 MW di Sumatera Utara. Proyek tersebut akan dilaksanakan dengan skema public private partnership (PPP) atau kerja sama Pemerintah-Swasta. Proyek PPP merupakan proyek yang cukup kompleks dan sangat krusial.

“Keberhasilan pengadaan proyek PLTA ini sangat penting karena sangat dibutuhkan untuk mendukung sistem daya Sulawesi dan Sumatera. Dan pembangunan ini memerlukan perencanaan yang matang,” ujar Pamudji.

Sementara itu, ANZ Global Head, Project and Structured Finance, Paul Finn, mengatakan pihaknya merasa terhormat telah dipilih untuk memberi masukan kepada PLN untuk proyek pembangkit listrik hidro. Dikarenakan pembangkit listrik hidro punya peranan penting dalam memberikan listrik yang murah dan rendah karbon bagi semua pelanggan PLN.

“Indonesia merupakan salah satu tempat operasi ANZ terbesar di Asia dan merupakan landasan dari strategi Super Regional Bank. Tugas sebagai penasehat akan memanfaatkan keberadaan ANZ di Indonesia, berdasarkan pengalaman kami dalam pembiayaan tenaga listrik, dan keahlian kami dalam tenaga air pada khususnya,” papar dia.

Sebagai konsultan transaksi, lanjut Paul, yang dilakukan ANZ adalah memberikan jasa konsultansi termasuk studi yang diperlukan, membantu persiapan pengadaan untuk membantu PLN dalam melakukan dan memastikan proses pelelangan yang adil dan transparan, serta membantu menyiapkan proyek yang marketable dan bankable yang akan menarik partisipasi sektor swasta untuk membiayai proyek tersebut. “Jangka waktu pekerjaan kami adalah 24 bulan sejak penandatanganan kontrak,” tandasnya. [ria]

BERITA TERKAIT

Bank of China akan Evaluasi Proyek PLTA Batang Toru

      NERACA   Jakarta - Bank of China menyatakan akan mengevaluasi pendanaan nya terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga…

Pemkot Sukabumi Targetkan Tiga Mega Proyek Rampung 2020

Pemkot Sukabumi Targetkan Tiga Mega Proyek Rampung 2020 NERACA Sukabumi- Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, beberapa program Pemerintah Kota (Pemkot)…

Sektor Otomotif - Dorong Pengembangan Mobil Listrik, Pemerintah Ubah Skema PPnBM

NERACA Jakarta – Pemerintah siap memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Dalam aturan baru…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta – Ekonom BNI Ryan Kiryanto memprediksi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis…

OJK Evaluasi Pengangkatan Dirut Bank Sumut

    NERACA   Medan - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori menegaskan, OJK sedang…

Bank Mandiri Syariah Platform Digital Pelunasan BPIH

      NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah menyiapkan platform digital channel dalam rangka…