Tahun Ini, Bakrieland Bukukan Rugi Diatas Rp 133 Miliar

NERACA

Jakarta – Boomingnya bisnis properti tahun ini, rupanya tidak dinikmati PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) untuk meraup keuntungan dan sebaliknya, perseroan harus mencatatkan rugi sehingga harus menjual bisnis anak usahanya PT Bakrie Toll Road.

Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Ambono Janurianto mengatakan, tahun ini perseroan memperkirakan kerugian dari tahun 2011 yang masih untung Rp 74,74 miliar, “Kerugian kemungkinan akan lebih besar pada 2012 dari tahun sebelumnya. Hingga kuartal ketiga 2012 saja, sudah rugi Rp133 miliar. Meski begitu, pendapatan diharapkan sama seperti tahun lalu,”katanya di Jakarta, Selasa (11/12).

Lebih lanjut dia menuturkan, kinerja perseroan tergantung dari penjualan PT Bakrie Toll Road. Bila penjualan Bakrie Toll Road tidak terjadi pada 2012, Ambono menambahkan, kerugian akan lebih sedikit namun ada beban yang akan dibawa pada 2013.

Oleh karena itu manajemen perseroan mengharapkan penjualan Bakrie Toll Road dapat selesai pada 2012. "Kami mengusahakan beban tidak terbawa pada 2013. Penjualan Bakrie Toll Road ini bukan recurring loss tetapi one time loss," kata Ambono.

Hingga September 2012, perseroan membukukan kerugian Rp133 miliar dari periode sama sebelumnya untung Rp129,2 miliar. Pendapatan perseroan turun menjadi Rp1,31 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,44 triliun.

Deal Soal Harga

Kata Ambono, soal PT Bakrie Toll Road dipastikan akan di jual kepada grup MNC. Langkah ini untuk mengurangi beban utang perseroan ke depan. Penjualan bisnis tol juga telah mendapatkan kesepakatan dengan grup MNC pada dua pekan lalu.

Kendatipun demikian, dirinya mengakui penyelesaian transaksi penjualan Bakrie Toll Road belum final karena masih ada persyaratan terutama kepada kreditur perbankan. Pihaknya mengharapkan penyelesaian transaksi dapat dilakukan pada 2012. "Idealnya transaksi ini selesai tahun ini agar beban jalan tol tidak terbawa pada 2013. Yang dijual Bakrie Toll Road,"paparnya.

Ambono mengakui, beban bunga dari Bakrie Toll Road cukup berat yaitu sekitar Rp158 miliar per tahun. Sementara itu kontribusi pendapatan dari jalan tol hanya 5% pada 2012. Kontribusi jalan tol yang relatif kecil karena traffic tol lamban dan tidak terhubung dengan tol Jakarta-Cikampek. "Kontribusi jalan tol hanya Rp100 miliar dan itu tidak mencukupi untuk beban bunga dan biaya lainnya," ujar Ambono.

Selain itu, Ambono menambahkan, nilai perusahaan Bakrie Toll Road sekitar Rp2 triliun. Dengan penjualan Bakrie Toll Road, perseroan dapat mengharapkan kurangi beban utang. "Sebagian besar dana penjualan Bakrie Toll Road untuk pembayaran utang kepada semua kreditur dan kalau ada ekses maka digunakan untuk development," kata Ambono.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan utang jatuh tempo sekitar Rp65 miliar pada akhir Desember 2012. Pada 2013, perseroan memiliki utang obligasi jatuh tempo sekitar Rp280 miliar. Untuk utang equity link notes ke Credit Suisse sekitar Rp1,5 triliun pada 2015. "Sejak 2013 mereka punya opsi untuk PUT oleh karena itu kita harus hati-hati," ujar Ambono.

Selain penjualan Bakrie Toll Road, Ambono mengakui pihaknya juga telah menjual Lido Resort kepada pihak grup MNC. Proses penjualan Lido Resort itu jauh lebih mudah untuk diselesaikan pada 2012 karena tidak terlalu banyak melibatkan kreditur. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…