Akhir Tahun, Sidomulya Targetkan Pendapatan Tumbuh 57% - Raih Kontrak Baru Rp 130 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) meraup dana segar senilai Rp130 miliar melalui kesepakatan adanya kontrak baru dari kontraktor pertamina senilai Rp130 miliar pada akhir tahun ini. “Kami memperoleh kontrak BWP Meruwap yang merupakan kontraktor pertamina pada Desember ini untuk masa kontrak 3 tahun senilai 130 miliar rupiah.”kata Direktur Utama PT Sidomulyo Selaras Tbk, Tjoe Mien Sasminto di Jakarta (11/12).

Tjoe Mien mengatakan, kegiatan untuk kontrak tersebut akan dimulai pada awal Januari 2013. Karena itu pihaknya optimistis dengan adanya kontrak baru tersebut perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp181 miliar atau mengalami peningkatan sekitar 57% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 115 miliar.

Terjadinya peningkatan pendapatan tersebut, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp11 miliar atau mengalami peningkatan sekitar 47%. Sementara hingga akhir tahun 2012, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp7 miliar.

Selain didukung adanya kontrak baru yang diperoleh perseroan, menurut Tjoe Mien, pihaknya menganggarkan belanja modal sebesar Rp60 miliar pada tahun 2013 guna mendukung kinerja perseroan.

Sekitar Rp30-35 miliar dari dana tersebut, kata dia, diambil dari internal kas perseroan, sedang sisanya diperoleh dari fasilitas kredit bank. “Anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk penambahan armada sebesar 25 miliar untuk 35 unit armada baru, sedang sisanya untuk investasi pada anak perseroan.” jelasnya.

Kurang Armada

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Sidomulyo Selaras, Erwin Hardiyanto mengatakan, sejauh ini salah satu kendala yang dihadapi perseroan adalah masih kurangnya armada yang dibutuhkan perseroan. Karena itu, pihaknya berharap jika kondisi keuangan membaik, perseroan menargetkan penambahan armada bisa mencapai sekitar 50-100 unit pada akhir tahun 2012. Saat ini total armada perseroan ada sebanyak 400 unit.

Menurutnya, selain pembiayaan untuk penambahan armada, anggaran belanja modal perseroan juga akan digunakan untuk investasi pada anak perusahaan untuk pembuatan sarana cuci isotank dan pembangunan warehouse khusus parang B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Selain itu perseroan juga telah mendiriksan anak usaha PT Anugerah Roda Kencana yang bergerak dalam pengadaan sparepart dan ban truk yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan Desember 2013. Dengan adanya anak perusahaan ini, menurut Erwin, beban perawatan armada perseroan dapat mengalami penurunan sekitar 12,5%.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, melalui anak usahanya, PT Sidomulyo Logistik perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 3 miliar dalam penyertaan modal PT Green Asia Tankliner, perusahaan yang bergerak dalam penyewaan isotank, perawatan, dan perbaikan isotank. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung kinerja operasional yang dibutuhkan perseroan. “Dengan adanya penyertaan tersebut dapat mendukung ketersediaan isotank dan prasarana yang kami butuhkan.” ujarnya.

Bikin Perusahaan Baru

Selain investasi pada PT Green Asia Tankliner, anak perusahaan tersebut juga telah mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang cuci isotank dan warehaouse barang B3 di Cilegon. Untuk investasi awal pada perusahaan ini, menurut dia, mencapai Rp12,5 miliar dan nilai investasi tersebut diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 40 miliar yang akan digunakan untuk mengakuisisi lahan dan pembangunan infrastruktur.

Erwin menambahkan, per September 2012, perseroan berhasil menghimpun dana investor sebesar Rp51 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana tahun lalu. Penggunaan dana tersebut antara lain digunakan untuk investasi pembelian armada sebesar Rp42 miliar, perbaikan infrastruktur sebesar Rp2,5 miliar, dan modal kerja sebesar Rp6,5 miliar.

Hingga kuartal ketiga 2012, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp86 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 13,60% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan juga meningkat sebesar 46,2%. Terjadinya peningkatan tersebut antara lain karena adanya pertambahan volume pengiriman barang dan efisiensi yang dilakukan perseroan.

Sidomulyo Selaras merupakan perusahaan di bidang jasa transportasi bahan kimia cair seperti aseton, alkohol, hidrogen peroxide, xylene dan kimia lainnya. Selain itu, perseroan juga melayani beberapa customer rekanan dari Pertamina untuk pengangkutan minyak mentah kondesat, kompresi. (lia)

BERITA TERKAIT

Unilever Bagikan Dividen Rp 430 Per Saham

NERACA Jakarta- Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan para investor pemegang saham, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan dividen tahun…

Mengembalikan Fungsi Sosial - Tinggal di Apartemen Jangan Hanya Haus Privasi

NERACA Jakarta – Bunga (25) keluarga muda yang baru menikah dua tahun lalu, mengungkapkan kenyamanannya pilih tinggal di apartemen Permata…

Menanti Gerak Cepat OJK Tangani Kisruh BRAU

NERACA Jakarta – Konflik kepanjangan antar pemegang saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) membuat investor semakin resah lantaran tidak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…