Waskita Tetapkan Harga IPO Rp 380 Per Saham

PT Waskita Karya Tbk menetapkan harga saham perdana (IPO) sebesar Rp380 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, Selasa (11/12).

Sebagai informasi, perusahaan konstruksi plat merah ini melepas saham perdana ke public sebanyak 3,082 miliar atau setara 32% dari modal disetornya. Dana dari hasil IPO tersebut rencananya digunakan untuk modal kerja yang bersifat permanen sebesar 60% dan 40% sisanya digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham perseroan yakni Danareksa, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities. Penawaran umum akan dilakukan pada 12-14 Desember 2012 dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2012.

Laba bersih perseroan pada 2012 diperkirakan mencapai Rp250 miliar atau meningkat dari tahun lalu yang hanya Rp171 miliar. Sementara untuk tahun 2013 perusahaan diperkirakan akan meraih pendapatan lebih dari Rp11 triliun dengan laba bersih Rp356 miliar. Perseroan telah menetapkan kebijkan dividen untuk investor sebesar 30 persen dari laba bersihnya.

Akuisisi Istaka Karya

Selain itu, PT Istaka Karya Persero akan menjadi anak perusahaan dari PT Waskita Karya Tbk, dan proses pengambilalihannya diharapkan dapat diselesaikan akhir tahun ini.

Kabiro Perencanaan dan SDM BUMN Imam Apriyanto mengatakan, langkah ini menyusul besarnya kewajiban Istaka Karya yang harus diselesaikan kepada Waskita Karya, “Nantinya, Waskita akan menjadi pemegang saham mayoritas, yakni 51 persen, kreditur lain Istaka, serta negara hanya 1%," tutur Imam.

Menurutnya, para kreditur Istaka akan memiliki saham lebih besar dibandingkan dengan pemerintah, namun tidak mempunyai hak suara dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Asal tahu saja, Waskita Karya akan mengambilalih utang 117 kreditur Istaka dengan nilai Rp866,01 miliar. Dengan demikian, saham Waskita di Istaka yang sebelumnya sekitar 51%, dan sebelum pailit Istaka ada modal baru yang diberikan Waskita sebesar Rp70 miliar, maka berpotensi mencapai 66%.

Istaka memiliki tiga kreditur, antara lain kreditur separatis yang terdiri atas perbankan mulai dari Bank Permata, Bukopin, Bank Jabar dan BDS, dengan total Rp301,72 miliar. Kedua adalah kreditur "preference", yakni pajak negara dan sebagainya dengan total Rp85,51 miliar. Ketiga, kreditur konkuren yang terdiri atas para pekerja, mandor dan pemegang saham lainnya dengan total mencapai Rp478,78 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ultrajaya Milk Raup Laba Rp 1,03 Triliun

Sepanjang tahun 2019, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) mencatatkan laba Rp1,03 triliun atau tumbuh 47,94% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…