Inovasi Teknologi, Semen Gresik Klaim Efisiensi Rp300 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berkomitmen untuk melakukan inovasi teknologi guna mendorong kinerja perseroan. Alhasil, dari inovasi teknologi tersebut, perseroan berhasil memangkas beban perseroan (efisiensi) sekitar Rp300 miliar.

Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto mengatakan, dari pengembangan teknologi itu, Semen Gresik meraih penghargaan Rintisan Teknologi dan Industri Hijau dari Kemetrian Perindustrian serta Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). “Teknologi yang dikembangkan adalah Konservasi Energi dan Teknologi Penurunan Emisi Gas CO2 melalui Pemanfaatan Biomass dan Limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif.” jelasnya di Jakarta, Senin (10/12)

Menurutnya, dengan penggunaan teknologi, tidak membebani perusahaan dengan bermacam-macam biaya, tetapi justru menghasilkan efisiensi. Karena itu, perseroan berhasil memperoleh penghargaan yang diserahkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada pekan lalu.

Penghargaan Rintisan Teknologi tersebut, lanjut dia, merupakan kerja keras dari seluruh elemen perusahaan, sekaligus merupakan kelanjutan sukses Semen Gresik yang pada tahun sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama.

Selain upaya untuk melakukan efisiensi, perseroan juga berupaya untuk meningkatkan kinerja perseroan pada tahun 2013. Pihaknya optimistis pertumbuhan produksi tahun depan bisa mencapai 18%, karena pada tahun ini berhasil produksi 22 juta ton. “Progress perusahaan cukup baik. Target produksi diharapkan bisa tumbuh 18% atau bisa memproduksi 26 juta ton pada tahun depan.” ujarnya.

Di samping karena progress perusahaan yang cukup baik dari tahun ke tahun, perseroan memproyeksikan bahwa permintaan (demand) masih akan bertumbuh sekitar 10%-11%. Meskipun demikian, pihaknya tetap mencermati kondisi perekonomian global dan demonstrasi buruh.

Hal lain yang menjadi penunjang peningkatan kinerja perseroan lainnya, yaitu pertumbuhan infrastruktur yang saat ini cukup pesat sehingga menjadi peluang besar bagi Semen Gresik untuk memperkuat pasar. Untuk hal ini, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan PT Wijaya Karya Tbk, dengan target pertumbuhan 15-20%.

Menurut dia, dengan kerja sama ini, Semen Gresik akan mendapat pasar dan PT Wijaya Karya Tbk untuk mendapat sumber bahan baku pembuatan beton konstruksi dan proyek lainnya. Kerjasama ini dituangkan dalam perjanjian kerjasama atau Momerandum of Understanding (MoU) Semen Gresik dan Wijaya Karya.

Seiring dengan MoU tersebut, pihaknya telah memerintahkan tim pemasaran Semen Gresik Grup (SGG) yang terdiri dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, di samping PT Semen Gresik sendiri, untuk mengutamakan pasokan ke WIKA yang kebutuhan semennya mencapai dua juta ton/tahun. Hingga akhir tahun 2012, perseroan memproyeksikan, produksi akan mampu bertambah sebesar enam juta ton semen. Hal tersebut sejalan dengan penyelesaian pembangunan dua pabrik baru di Tuban (Jawa Timur) dan Tonasa, dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar tiga juta ton/tahun.

Untuk informasi, hingga Oktober 2012, penjualan semen perseroan tercatat 18,2 juta ton semen atau tumbuh 13,2% dibanding periode yang sama tahun 2011. Sementara konsumsi semen domestik periode yang sama mengalami pertunbuhan 14,5% atau sebesar 44,6 juta ton.(lia)

BERITA TERKAIT

Radana Finance Bukukan Rugi Rp 281,7 Miliar

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Dimana perusahaan pembiayaan kendaraan ini…

GIAA Beri Pinjaman Aero Wisata Rp 13,94 Miliar

Danai pengembangan bisnis anak usaha, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengucurkan pinjaman kepada anak usahanya yakni PT Aero Wisata…

Pusat Inovasi Didorong Demi Revolusi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong inovasi sebagai elemen penting dari Revolusi Industri 4.0. Upaya tersebut merupakan implementasi Peta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…