Bulog: Stok Beras 2012 Terbaik Sepanjang Sejarah

NERACA

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, stok beras dan pengadaan dalam negeri pada 2012 merupakan yang terbaik sepanjang sejarah perusahaan.

Saat ditemui usai seminar Prospek Ekonomi Indonesia 2013, Jakarta, Senin (10/12), ia juga menjelaskan bahwa stok beras nasional mencapai 2,3 juta ton dan pengadaan beras dalam negeri sebanyak 3,7 juta ton.

"Stok beras dan pengadaan beras dalam negeri sampai akhir Desember pada posisi yang terbaik selama adanya Bulog," katanya di Jakarta seperti dikutip Antara.

Menurut dia, perseroan menerapkan strategi "jaringan semut", sehingga mampu mencapai stok beras dan pengadaan beras dalam negeri.

Bahkan, Bulog sudah siap melakukan operasi pasar untuk menekan gejolak harga beras yang biasanya terjadi pada Oktober, November, Desember, Januari, hingga Februari.

Posisi stok beras dan pengadaan beras dalam negeri yang baik, juga diimbangi dengan penurunan impor beras. Tahun ini, impor beras sebanyak 700 ribu ton, turun 157,14% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 1,8 juta ton.

"Hal ini didukung dengan peningkatan produksi beras 4,87%, dibanding tahun lalu minus. Namun, kita juga tidak bisa menyalahkan impor karena impor berhubungan dengan ketersediaan beras dalam negeri agar stabil," imbuhnya.

Ia mengharapkan harga beras tidak memicu tingginya inflasi. Di sisi lain, petani juga tidak boleh dirugikan apabila harga beras tertekan.

"Saya rasa tahun ini tidak ada petani yang mengatakan harga jatuh dan sebagainya, karena kita memiliki jaringan semut tersebut," paparnya.

Tidak Impor

Menyoal impor beras tahun depan, ia menegaskan Bulog tidak akan melakukan impor sebab Kementerian Pertanian menargetkan produksi beras meningkat 7% atau menjadi 72 juta ton.

"Kita usahakan tidak impor. Namun, semuanya itu tergantung dari ketersediaan produksinya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa stok beras di gudang bulog saat ini mencapai 2 juta ton lebih.

Dikatakannya, pemerintah akan melakukan intervensi demi stabilisasi harga karena biasanya Desember-Januari selalu disebut sebagai bulan-bulan paceklik.

Hatta mengingat berbagai pihak untuk bermain-main dengan harga di saat-saat tersebut karena bisa merugikan semua orang. Dengan demikian, kata dua, peran Bulog sebagai stabilisator harus lebih ditingkatkan, tidak saja untuk beras tapi juga komoditas lan seperti kedelai dan gula. (doko)

BERITA TERKAIT

Mafindo Sebut Terjadi 997 Hoaks Sepanjang 2018

Mafindo Sebut Terjadi 997 Hoaks Sepanjang 2018 NERACA Jakarta - Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan terjadi 997 kabar bohong atau…

Walikota Sukabumi Jadi Wali Kota Terbaik Versi Seven Media Asia

Walikota Sukabumi Jadi Wali Kota Terbaik Versi Seven Media Asia NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mendapatkan penghargaan Best…

Cara PLN Jaring Talenta Terbaik - Job Fair Di Universitas Airlangga

    NERACA   Surabaya - Guna memenangkan persaingan di era serba kompetitif dan disruptif saat ini, PT PLN (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pasca Dana Desa dan Kelurahan, Kini Muncul Dana Kecamatan

  NERACA   Jakarta – Dana desa dan dana kelurahan sudah digelontorkan oleh pemerintah, kini dana kecamatan ikut dikaji oleh…

Angkutan Barang Pakai Kereta Bikin Penghematan Rp3,5 Triliun

  NERACA   Jakarta - Penghematan peralihan angkutan barang dari moda jalan raya ke jalur kereta api bisa mencapai Rp3,5…

Pameran Industri TPT Siap Dongkrak Investasi di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Peraga Expo kembali menggelar pameran industri TPT (Tekstil dan ProdukTekstil) terintegrasi bertaraf internasional terlengkap yakni…