Tahun Depan, KEN Nilai Penguatan IHSG Terbuka Lebar

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi peluang besar bagi kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) untu mencapai level tertinggi. Oleh karena itu, IHSG kedepan diproyeksikan masih akan bergerak ke level lebih tinggi.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan, kondisi fundamental ekonomi yang kuat, didukung oleh perekonomian terus tumbuh, inflasi terkendali, daya beli masyarakat tetap terjaga, serta kondisi fiskal sehat turut memberikan sentimen positif terhadap Bursa Efek Indonesia, “IHSG pun terus menguat sejak pertengahan Juni 2012, dan pada Oktober 2012 IHSG sempat bertengger di level 4.300,”katanya di Jakarta, Senin (10/12).

Menurutnya, pergerakan bursa Indonesia pada tahun ini masih fluktuatif. Awal 2012, bursa Indonesia mengalami kenaikan signifikan dan Mei lalu, IHSG sempat naik mencapai level di atas 4.200.

Namun, ketidakpastian global yang dipicu oleh krisis utang Eropa telah menimbulkan sentimen negatif bagi bursa saham global, “Akibatnya, bursa saham global termasuk bursa saham kita mengalami tekanan yang berat. IHSG terus tertekan sepanjang Mei 2012 dan awal Juni 2012, IHSG sudah turun ke kisaran level 3.654,”ujarnya.

Kendati demikian, dia tetap menyakini, IHSG secara perlahan kembali menguat. Penguatan yang terjadi disebabkan munculnya harapan keadaan di Eropa tidak semakin memburuk.

Misalnya, pengumuman bank sentral Eropa akan membeli surat utang negara di pasar dalam jumlah yang tidak terbatas telah mengurangi sentimen yang terjadi di pasar surat utang Eropa."Selain itu, bank sentral dunia pun sudah memberikan sinyal kuat bahwa mereka akan memberikan stimulus moneter ke perekonomian mereka," katanya.

Chairul Tanjung mencontohkan, langkah-langkah yang dilakukan di Eropa telah mengurangi kekhawatiran Yunani untuk keluar dari zona euro, dan kekhawatiran bahwa negara-negara Eropa akan dibubarkan pun berangsung-angsur hilang. Di sisi lain, Federal Reserve (bank sentral AS) sudah menyatakan akan melakukan kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) gelombang ketiga.

Sebelumnya, banyak analis juga memprediksikan IHSG tahun depan akan berada di level 4.500 atau 5000 point. CEO Remax Capital, Lucky Bayu Purnomo pernah bilang, hingga Desember 2012 penutupan harian IHSG tertinggi mencapai level 4.378 sehingga berpeluang mengalami penutupan 4.400 di akhir tahun dan berlanjut ke level 4.500 pada Januari 2013.

Sementara, jika tidak mencapai level tersebut, diperkirakan hanya akan mencapai batas minimalnya, yaitu pada kisaran 4.225-4.230. Dari sisi teknikal, lanjut Lucky, peningkatan IHSG yang diprediksi akan mengalami penguatan di tahun depan, memungkinkan berpeluang terjadinya koreksi bagi beberapa sektor yang saat ini mengalami penguatan (rebound) sehingga perlu diantisipasi, seperti infrastruktur dan properti. “Untuk sektor infrastruktur tetap akan up trend, tapi perlu diansipasi karena penjualan sudah terjadi sejak Oktober dan menunjukkan sell lebih banyak dari buyer,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…