Lepas 600 Juta Saham, Pelayaran Nasional Tambah Kapal Baru

NERACA

Jakarta- PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan kapal berencana menambah dua kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) atau jenis kapal kegiatan lepas pantai dengan nilai investasi sekitar US$20-23 juta pada 2014. “Untuk tahun depan belum akan ada penambahan kapal, penambahan dua kapal AHTS baru akan dilakukan pada 2014.” ujar Direktur PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, Sean Latip di Jakarta (10/12).

Sean mengatakan, perseroan akan membeli dua kapal AHTS tersebut melalui Marcopolo Shipyard melalui dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum saham perdana perseroan atau sebesar 42%, sedang selebihnya berasal dari pinjaman bank. Sementara sekitar 51% dari perolehan dana tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran 30% dari nilai pokok dan bunga dari obligasi konversi I.

Dalam penawaran umum saham perdananya, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 600 juta saham yang berasal dari portepel atau 24,3% dari jumlah seluruh modal disetor perseroan setelah penawaran umum perdana. Dari jumlah yang ditawarkan tersebut, perseroan diprediksikan akan memperoleh dana segar sebesar Rp117-150 miliar. Adapun harga yang ditawarkan berkisar di antara Rp195 -Rp250 per saham. “Untuk bookbuilding sudah mulai, Jumat ditutup, di mana perkiraan tanggal pernyataan efektif akan diperoleh pada tanggal 21 Desember serta pencatatan di BEI tanggal 9 Januari,” jelasnya.

Target Revenue

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, Loa Siong Bun mengatakan, dengan melihat pertumbuhan pendapatan, dan adanya penambahan kapal tongkang serta kapal penunjang lepas pantai, pihaknya optimistis dapat memperoleh laba sekitar US$ 8,2 juta dari pencapaian di semester pertama 2012 sebesar US$4,2 juta. “Kami optimistis revenue akan tercapai, melihat hingga Juni (laba) yang diperoleh mencapai US$4,2 juta kami menargetkan hingga akhir tahun tercapai hampir dua kali lebih besar dari pencapaian tersebut,” jelasnya.

Menurut Siong Bun, untuk mendukung kinerja perseroan, pihaknya telah menambah dua kapal tongkang di tahun lalu dan satu Offshore Support Vessel di tahun ini. Karena itu, perusahaan optimistis dapat mencapai target kinerja keuangan yang diharapkan. Sejauh ini, kata dia, sekitar 70% kontribusi pendapatan perusahaan pada enam bulan pertama 2012 dari lepas pantai, sedang sisanya berasal dari eksplorasi.

Untuk informasi, hingga Juni 2012, belanja modal yang telah dianggarkan perseroan mencapai US$25,36 juta dari anggaran belanja modal 2011 sebesar US$83,05 juta. Anggaran belanja modal perseroan tersebut telah digunakan untuk kapal dan peralatan kantor.

Hingga Juni 2012, perseroan pun mencatatkan laba bersih sebesar US$4,21 juta dari periode 2011 sebesar US$2,62 juta. Sementara pendapatan perseroan menjadi US$15.73 juta dari periode 2011 sekitar US$16,28 juta. Kontribusi terbesar dari pendapatan tersebut berasal dari penyewaan kapal tunda dan tongkang, atau sebesar 68,71% dari total pendapatan usaha perseroan. (lia)

BERITA TERKAIT

Arkha Jayanti Raih Kontrak Baru Rp 55 Miliar

Perusahaan di bidang teknik dan manufaktur alat alat berat, PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) dalam siaran persnya di Jakarta,…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Siapkan Capex Rp 620 Miliar - MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun - Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi

NERACA Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Perluas Pasar, FWD Life Gandeng K-Link

Dalam rangka perluas penetrasi pasar asuransi, PT FWD Life Indonesia (FWD Life) sebagai salah satu pelopor asuransi jiwa digital di…