Mobil MPV Dominasi Penjualan Toyota

NERACA

Jakarta - Dengan penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta maka tak ayal, mobil penumpang menjadi pilihan bagi para konsumen. Hal itulah yang terlihat dalam penjulan PT Toyota Astra Motor (TAM) pada bulan lalu yang telah mencapai 17.860 unit atau tumbuh sebesar 5,2% dibandingkan Oktober 2012.

"Total penjualan seluruh produk Toyota selama bulan November mencapai 36.996 unit, naik 3,2% dari bulan sebelumnya. Penjualan paling tinggi masih dikontribusikan oleh produk low multi purpose vehicle (MPV) Toyota Avanza," kata Direktur Marketing PT TAM Joko Trisanyoto di Jakarta, Senin (10/12).

Toyota Avanza, kata Joko, telah mencapai penjualan yang tertinggi sepanjang tahun ini. "Pada bulan lalu penjualan Avanza menyentuh 17.860 unit, inilah yang tertinggi sepanjang tahun ini dan naik 5,2% dibandingkan penjualan Oktober. Produk ini pernah mencatat rekor penjualan sebesar 17.364 unit pada Maret 2012," paparnya.

Dari Januari sampai dengan November, lanjut Joko, penjualan Avanza mencapai 175.049 unit, tumbuh 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 148.297 unit. "Toyota Avanza membukukan rekor tertinggi penjualan pada November tahun ini. Kami akan memberikan produk yang handal dengan teknologi dan pelayanan terbaik untuk konsumen," ujarnya.

Joko menambahkan, pertumbuhan penjualan pada November terjadi pada hampir semua segmen kendaraan Toyota, seperti compact car, MPV, sport utility vehicle (SUV), commercial van, dan kendaraan 2 ton. "Penjualan Toyota Yaris pada bulan lalu mencapai 2.736 unit, tumbuh 24,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara di segmen SUV, dengan model Rush dan Fortuner, Toyota mencatat pertumbuhan penjualan 5,7% menjadi 5.010 unit," lanjutnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) per Oktober 2012, penjualan Toyota mendominasi penjualan dari PT Astra Internastional yang terdiri dari Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot. Penjualan Toyota telah mencapai 334.554 unit disusul dengan Daihatsu sebesar 135.546 unit dan Isuzu sebesar 28.359 unit. Sementara kompetitor lainnya seperti Mitsubishi yang hanya bisa mencapai penjualan 124.446 unit, Suzuki sebanyak 103.537 unit dan Honda sebesar 55.550 unit.

Sikap Optimis

Di tempat terpisah, Gaikindo merasa optimistis penjualan mobil pada tahun depan meningkat 10% dari realisasi tahun ini yang mencapai 1 juta unit. Hal ini menurut Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto akibat kondisi makro ekonomi di Indonesia menunjukkan tren positif. "Sepanjang daya beli masyarakat terus membaik, maka penjualan mobil akan tetap tinggi. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda menurunnya permintaan untuk kendaraan roda empat," kata Yongkie.

Pasar otomotif nasional, menurut Yongkie, dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas politik dan keamanan, tingkat suku bunga serta likuiditas. "Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di atas 6% merupakan faktor yang mendorong pertumbuhan industri otomotif karena terkait dengan tingkat kemampuan daya beli masyarakat," ujarnya.

Sedangkan tingkat suku bunga dan likuiditas, lanjut Yongkie, agen pemegang merek (APM) diharapkan tidak ikut diperketat karena 70% konsumen Indonesia membeli mobil melalui jalur kredit. "Jika tidak ada kendala yang dapat mempengaruhi faktor tersebut, maka pasar kendaraan bermotor pada 2013 diharapkan bisa tumbuh hingga 10%. Yang dikhawatirkan adalah penyeragaman aturan uang muka syariah sebesar 30% pada April 2013," paparnya.

Yongkie menambahkan, proyeksi pertumbuhan 10% belum memperhitungkan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC). "Pasar mobil LCGC diproyeksikan mencapai 150.000 unit per tahun. Jika harga mobil LCGC Rp 80 juta per unit, maka ada tambahan omzet industri otomotif nasional sekitar Rp12 triliun per tahun," ucapnya.

BERITA TERKAIT

Bukukan Penjualan Rp 106,74 Triliun - Porelahan Margin HM Sampoerna Makin Tebal

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penjualan bersih Rp106,74 triliun atau naik 7,72% pada…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Penjualan CPO Domestik Turun - Laba Bersih Wilmar Cahaya Anjlok 13,75%

NERACA Jakarta –Di tahun 2018, kinerja PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) pada 2018 kurang memuaskan karena laba bersih perseroan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

OPEC Dinilai Perlu Terus Pangkas Pasokan Sampai Akhir 2019

NERACA Jakarta – Arab Saudi mengatakan pada Minggu (17/3) bahwa pekerjaan OPEC dalam menyeimbangkan kembali pasar minyak masih jauh dari…

Pemerintah Perkuat Promosi Batik dan Kain Tenun

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, pada Pameran Adiwastra Nusantara tahun…