Perusahaan Harus Serius Atasi Masalah Kebutaan

Gangguanan kebutaan menjadi masalah serius di Indonesia. Pasalnya, kebutaan bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga sebagai masalah sosial yang berpengaruh terhadap ekonomi. Masalah tersebut sudah menjadi masalah sosial yang tidak mugkin ditangani sendiri oleh Departemen Kesehatan. Peran korporasi melalui kegiatanCSR dalam hal ini mutlak diperlukan.

Kesehatan Indera Penglihatan merupakan syarat penting untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mewujudkan Indonesia yang cerdas, produktif, maju, mandiri, dan sejahtera lahir batin. Namun, masalahkebutaan di Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemkes), angka kebutaan di Indonesia mencapai1,5%. Katarak merupakan 50% dari penyebab utama kebutaan di Tanah Air. Dari total penduduk Indonesia, diperkirakan ada 0,1% terjadi insiden atau kasus baru katarak setiap tahunnya.

Ibarat fenomena gunung es, pada kondisi riilnya gangguan penglihatan dan kebutaan banyak dialami masyarakat tetapi yang mendapatkan pengobatan sangat sedikit, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Direktur Bina Upaya Kesehatan (BUK) Dasar Kemkes dr Dedi Kuswenda pada Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day/WSD) 2012. Dia mengatakan bahwa kebutaan karena katarak sebenarnya bisa diatasi dengan operasi katarak. Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia yang mengalami kebutaan sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Mahalnya biaya pengobatan untuk buta katarak menjadikan masyarakat enggan untuk mengobatinya.

Melihat fakta tersebut, beberapa korporasi di Indonesia bekerja sama dengan PERDAMI (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia) dalam mengantisipasi makin tingginya jumlah penduduk lansia dan mewujudkan visi seluruh penduduk berhak melihat secara optimal pada tahun 2020.

SOHO Group misalnya. MelaluibrandMatovit–produk vitamin untuk kesehatan mata–menggelar kegiatan CSR bertajuk “Operasi Katarak Gratis”. Managing Director SOHO Group Hindrianto Lucas mengatakan, SOHO dengan PERDAMI sudah melakukan Kerja sama sejak sepuluh tahun lalu. Selama sepuluh tahun itu, lanjutnya, SOHO menggelar program yang sifatnya ilmiah, seperti edukasi kepada para dokter lewat kegiatan ekshibisi maupun simposium.

Selanjutnya, mulai awal Oktober 2012 ini, SOHO Group bersama PERDAMI untuk pertama kalinya menggelar CSR “Operasi Katarak Gratis” di lima kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, Bangka Belitung, dan Manado. Diungkapkan Hindrianto, “Kerja sama dengan PERDAMI ini akan menjadi program berkelanjutan ke depannya.

Selain SOHO Group, kolaborasi dengan PERDAMI pun dilakukan oleh PT Sidomuncul. Hingga kini, Sidomuncul bersama Persatuan dokter mata Indonesia (Perdami) bekerjasama untuk mencapai target mengoperasi 12.000 penderita buta katarak, dimana dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini, baksos operasi katarak Sidomuncul bersama Perdami telah dilakukan di 25 provinsi, 87 kota melalui 139 rumah sakit.

BERITA TERKAIT

Perusahaan di Papua Didorong Go Public

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong perusahaan-perusahaan lokal di wilayahnya untuk dapat "go public" melalui kerja sama dengan PT Bursa Efek…

KKRI Minta Kejagung Serius Tangani Kasus Alsintan

KKRI Minta Kejagung Serius Tangani Kasus Alsintan NERACA Jakarta - Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk…

Optimalkan Produk Investasi - Pencapaian Emiten Harus Selaras Pertumbuhan Investor

NERACA Jakarta – Pencapaian positif PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2018 kemarin, seperti jumlah emiten yang melesat dari…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Kesejahteraan Pemuda Greol - Allianz Bantu Program Budidaya Lele Organik

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Allianz Indonesia, melalui Yayasan Allianz Peduli, dan EDU Foundation…

Peduli Korban Tsunami Selat Sunda - Chandra Asri Bantu Dana Kemanusiaan Rp 2 Miliar

Peduli korban tsunami Selat Sunda, perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena…

Ciptakan Kemandirian Ekonomi - Citi Gelar Literasi Keuangan Bagi Anak Muda

Memacu pertumbuhan literasi keuangan di kalangan anak muda untuk kemandirian finansial, Citi Indonesia bersama Indonesia Bussiness Link (IBL) menggelar program…