Raup Dana IPO, Wismilak Alokasikan Capex Rp200 MIliar

NERACA

Jakarta- PT Wismilak Inti Makmur (Wismilak), salah satu produsen rokok berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar pada tahun 2013, yang sebagian dananya diperoleh dari hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), "Target dana IPO kita sekitar Rp400 miliar. Nanti 50 persennya untuk capex,” ujar Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputera di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain untuk penggunaan modal kerja, menurut Surjanto pihaknya akan mengalokasikan sebesar 20% untuk pembayaran utang, sedang selebihnya digunakan untuk penambahan modal kerja. “Saat ini, total utang perseroan sebesar Rp380 miliar. Nanti kita cicil Rp80 miliar dari hasil IPO. Ini fasilitas kredit, bukan utang jatuh tempo,” jelasnya.

Selain digunakan pembayaran utang, dalam usaha pengembangan perseroan, pihaknya juga akan menggunakan anggaran belanja modal tersebut untuk menambah mesin termasuk penggantian dan penambahan. Pasalnya, perseroan menargetkan produksi rokok tahun depan sebanyak 3,6 miliar batang. Target tersebut diharapkan meningkatkan pendapatan hingga 40% dari perolehan tahun ini.

“Dengan penambahan mesin tersebut diperkirakan kapasitas produksi pada tahun depan akan mencapai 3,6 miliar batang, dan pada 2014 ada di kisaran 4,3 miliar batang.” jelasnya.

Di samping meningkatkan kapasitas produksi, perseroan juga menargetkan pertumbuhan laba sebesar 50%-60% di 2013 dibanding 2012. Sementara per Oktober 2012 perusahaan mencatatkan laba sebesar Rp60 miliar, sedang pendapatan perusahaan mencapai Rp933 miliar.

Produk perseroan mencakup SKT Galan Kretek, Galan Kretek Slim, Wismilak Special, dan Wismilak Slim, SKM Wismilak Diplomat, Galan Mild, dan Diplomat Mild. Saat ini Wismilak memiliki pangsa pasar sebesar 45% di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sementara di Sumatera Utara sebesar 10%-11%.

Dalam penawaran saham umum perdananya, perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusada Securities Indonesia untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan juga melakukan roadshow ke Singapura, Hongkong, Kuala Lumpur.

Sementara untuk pelaksanaan IPO tersebut, perseroan berencana akan melakukan pencatatan saham pada 17 Desember 2012 dengan melepas 629.962.000 pada harga saham perdana dipatok Rp650 per lembar. Pihaknya memproyeksikan akan memperoleh dana segar sekitar Rp409,48 miliar dengan dilakukannya pencatatan saham tersebut.

Surjanto menambahkan, dengan adanya rencana pemerintah untuk menaikkan cukai rokok, perseroan diprediksikan akan menanggung kenaikan cukai di kisaran 5-6%. Karena litu, pihaknya perlu melakukan penyesuaian harga yaitu dengan menaikkan harga jual rokok 10-25%. Kenaikan tersebut akan disesuaikan dengan merek rokok. “Saat ini cukai kami Rp 270 per batang. Kemungkinan naik jadi Rp 285 per batang,” ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…