MP3EI Butuh US$ 202 Miliar

NERACA

Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, dibutuhkan dana sebesar US$ 202 miliar untuk memenuhi program transportasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Dari sekitar US$ 202 miliar yang dibutuhkan dalam program MP3EI, pada 2013 nanti pemerintah baru merencanakan anggaran sebesar US$ 20 miliar untuk infrastuktur sektor transportasi dan energi," katanya di Jakarta, Jumat (7/12), seperti dilansir Antara.

Wamenhub memaparkan, dari jumlah yang dibutuhkan tersebut, sekitar 35% investasi diharapkan datang dari sektor swasta.

Ia memaparkan, agar investor asing berminat untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur transportasi, pemerintah telah berkomitmen untuk membuka peluang bagi investor asing dan swasta.

Bambang juga menuturkan, metode partisipasi swasta dan asing untuk proyek pembangunan infrastruktur transportasi ada dua jenis yakni metode "public private partnership" (PPP) atau kerja sama pemerintah dan swasta, juga metode "special asignment" atau penunjukkan khusus seperti untuk proyek Pelabuhan New Priok Kalibaru dan kereta api bandara.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, usul tambahan anggaran cadangan infrastruktur Rp4,5 triliun akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek termasuk program MP3EI.

"Nantinya usul tambahan anggaran cadangan infrastruktur akan digunakan untuk pencapaian prioritas nasional antara lain pembangunan dermaga VI penyeberangan Merak-Bakauheni untuk mengurangi beban kemacetan pada ruas-ruas jalan di Merak, pembangunan jalur ganda lintas utara Jawa pada 2013 yang merupakan program MP3EI," kata EE Mangindaan.

Selain untuk berbagai proyek tersebut, ujar Mangindaan, tambahan anggaran tersebut juga diusulkan untuk pengembangan perkeretaapian Sumatera Utara melalui pembangunan jalur Kereta Api antara Bandar Tinggi Kuala Tanjung dan antara Medan-Gabion untuk mendukung akses Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, serta pembangunan jalur ganda Serpong-Maja.

Usul itu juga untuk pengadaan rel dan wesel untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan peningkatan jalur KA dan peningkatan keselamatan operasi kereta api serta untuk penyediaan sarana KA kelas ekonomi sebagai pengganti kereta yang berusia lebih dari 40 tahun dalam rangka peningkatan pelayanan dan keselamatan pada masyarakat kurang mampu.

Kemenhub telah mengusulkan tambahan anggaran cadangan infrastruktur untuk tahun 2013 sebesar Rp4,5 triliun dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR-RI, Senin (19/11).

Tambahan anggaran cadangan infrastruktur sebesar Rp4,5 triliun tersebut adalah untuk masing-masing sub sektor yaitu Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp125 miliar, Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp2.995,3 miliar, Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp979,7 miliar dan Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp400 miliar. (doko)

BERITA TERKAIT

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…

WEGE Bagikan Dividen Rp 133,28 Miliar

NERACA Jakarta –Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memutuskan untuk membagikan…

CMNP Kantungi Laba Bersih Rp 775,85 Miliar

NERACA Jakarta - Bisnis jalan tol sepanjang tahun 2018 masih memberikan keuntungan bagi PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP). Dimana…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…