Menakar Quantum Leap Garuda Indonesia Dalam Armada - Terbitkan Obligasi US$ 200 Juta

NERACA

Jakarta – Lompatan Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan ternama pasca go public terus dilakukan diberbagai bidang, tidak hanya mengusung konsep quantum leap, pelayanan dan termasuk peremajaan dan penambahan armada. Salah satu yang dilakukan perseroan adalah dengan menerbitkan obligasi sebesar US$ 200 juta.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar mengatakan, rencana penerbitan obligasi sebesar US$ 200 juta akan diterbitkan pada awal tahun depan, “Nantinya penerbitan obligasi tahun 2013 akan dalam bentuk dolar AS dan rupiah,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembelian pesawat dan belanja modal. Untuk penjamin emisi, perseroan masih melakukan kajian untuk aksi korporasi perseroan tersebut.

Selain obligasi, kata Emisyah, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, yang merupakan anak usaha Garuda juga mempunyai rencana untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dikuartal ketiga 2013.

Menurutnya, dana hasil IPO nanti digunakan untuk pembangunan hanggar baru di wilayah Makassar dengan dana investasi sebesar US$ 50 juta, “Kita sebagai pemegang saham nantinya akan memutuskan apakah harganya sesuai apa tidak. Kalau iya baru IPO dan menunjuk Mandiri Securitas sebagai financial advisor,"tuturnya.

Belanja Modal

Sebagai informasi, pada tahun 2013 PT Garuda Indonesia Tbk menganggarkan belanja modal atau capital expenditur (capex) tahun depan sebesar US$200 juta-US$400 juta. Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Handrito Hadjono pernah bilang, nilai anggaran capex tersebut sebesar 50%diambil dari pinjaman bank dan sisanya dari internal perusahaan, “Ini fifty-fifty dari pinjaman bank dan sisanya dari perusahaan," tuturnya.

Dia mengatakan sebesar 25% dari total capex nantinya akan digunakan untuk mendanai modal kerja perusahaan dan sekitar US$100 juta sampai US$200 juta yang terpakai untuk modal kerja. Sementara kredit sindikasi sebesar US$120 juta yang didapat dari 7 bank international, menurutnya akan direalisasikan tahun ini. "Capex tidak dari pinjaman kredit sindikasi, itu dihabiskan tahun ini," ujarnya.

Untuk tujuh bank yang ikut sindikasi ke perseroan antara lain Citibank Bank, Bank Panin, Bank ICBC Indonesia, First Gulf Bank PJSC, cabang Singapura, Korea Development Bank, Standard Chartered Bank, dan Bank of China Limited.

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, dirinya optimis terus mengalami pertumbuhan kinerja ke depan meski situasi perekonomian global belum kondusif akibat krisis yang menerpa kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Kata Emirsyah, dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia cukup baik didasarkan pada kekuatan konsumsi domestik yang disumbang oleh kelas menengah, maka akan memberikan peluang besar kepada Garuda untuk terus tumbuh sesuai yang diharapkan. "Kami tetap berkomitmen pada strategi bisnis dalam mencapai tujuan utama meningkatkan pangsa pasar di domestik, regional, dan internasional, memperkuat peringkat kepuasan pelanggan dan mempertahankan disiplin manajemen biaya," jelasnya.

Dia menambahkan, melalui program pengembangan dan revitalisasi armada yang dilaksanakan saat ini, pihaknya siap memenuhi permintaan pasar industri penerbangan yang terus meningkat, baik di Indonesia maupun dunia.

Dalam riset yang dikutip dari eTrading Securities disebutkan, proses efisiensi dan ekspansi (Quantum Leap) yang dijanjikan manajemen perseroan terlihat membuahkan hasil yang cukup baik hingga saat ini. Disebutkan, kinerja bisnis Garuda secara individu maupun grup menunjukkan perkembangan yang positif, dengan tingkat keterisian (load factor) yang menjadi acuan pendapatan perusahaan terlihat membaik dari waktu ke waktu.

Kemudian secara industri, hingga saat ini Garuda merupakan pemimpin pasar (market leader) penerbangan. Hal ini ditunjang prospek industri penerbangan yang semakin baik dari waktu ke waktu. (bani)

BERITA TERKAIT

Payoneer Dukung UMKM di Indonesia dan Dunia

Hadirnya financial technology (fintech) memberikan banyak peluang bagi bisnis untuk berkembang secara global karena adanya kemudahan, seperti transaksi lintas negara…

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri NERACA Jakarta - Ditujukan ke Asia Tenggara, yang mana minat…

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangkas Beban Utang - Waskita Karya Divestasi Bisnis Lima Ruas Tol

NERACA Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam ekspansi bisnis di jalan tol, menjadi…

Ubah Toko Jadi Lifestye Mall - Ramayana Pede Raih Pendapatan Rp 8,85 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis, PT Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS) sebagai emiten ritel…

Penuhi Kebutuhan Belanja Modal - Bank Permata Beri Pinjaman Anak Usaha TOWR

NERACA Jakarta –Danai kebutuhan belanja modal dan ekspansi bisnisnya, PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara…