Redenominasi Diklaim Jadi Efisiensi Perdagangan Saham

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut positif rencana penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi yang akan masuk ke prolegnas di tahun 2013. Pasalnya, penyederhanaan mata uang tersebut berpengaruh terhadap proses perdagangan saham yang terjadi di pasar modal.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, banyak sekali manfaatnya dari redenominasi, “Manfaat utama dari redenominasi ada pada penyederhanaan digit angka, hal itu akan membuat pekerjaan komputer atau IT akan lebih cepat,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dengan adanya pengimplementasian redenominasi yang dilakukan pemerintah maka semua instrumen pasar modal yang berupa data keuangan akan mengikuti aturan yang ada.

Selain terjadinya penyederhanaan dari sisi teknologi tersebut, penyederhanaan tersebut juga mendorong proses penyelesaian transaksi (settlement) perdagangan saham menjadi lebih efisien serta dapat meningkatkan transaksi yang dilakukan investor asing, “Transaksi yang dilakukan oleh investor asing juga dapat meningkat karena mereka akan lebih mudah beradaptasi satuan nilai rupiah yang lebih sederhana.” ujarnya.

Kata Ito, efisiensi dari penyederhanaan rupiah lain misalnya pada apa yang akan terjadi pada laporan keuangan emiten, di mana seluruhnya akan dibagi Rp 1.000. Kemudian untuk nilai yang biasanya triliunan akan menjadi miliar, miliaran akan menjadi juta, jutaan akan menjadi ratusan ribu, dan seterusnya.

Karena itu, lanjut Ito, hal tersebut juga akan terjadi pada harga saham. Dengan pengurangan tiga digit angka tersebut harga saham nantinya pun tentu ada yang bernilai sen. “Harga saham akan terpotong dengan tiga nol dibelakangnya, jadi yang tadinya 10.000 per lembar saham menjadi Rp 10, dan yang tadinya Rp 10 menjadi, 1 sen,” jelasnya.

Meskipun demikian, kata Ito menjadi tugas pemerintah melakukan sosialisasi untuk mengimplementasikan rencana redominasi tersebut, termasuk kepada seluruh instrumen pasar modal baik emiten, anggota bursa (AB), maupun investor.

Dituntut Kesiapan

Kesiapan yang perlu dilakukan dari pihak BEI, kata Ito yaitu menyiapkan sistem pemajuan desimal. Namun secara umum, hal yang perlu disiapkan pemerintah adalah lebih kepada proses pembayaran di perbankan. Apabila seseorang harus membayar secara fisik (nontunai), menurut dia, efeknya tidak begitu besar, sedangkan untuk transaksi kas perlu mendapatkan perhatian, apakah akan bayar dengan sistem redenominasi atau tidak.

Di lain pihak, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berencana untuk memulai mengedarkan uang dengan nilai nominal dan desain baru serta mulai menarik uang dengan nominal lama sehingga proses redenominasi mulai berlaku efektif. Hal tersebut akan dilakukan pemerintah pada periode 2019 hingga 2022.

Menurut Agus, proses sosialisasi kepada masyarakat menjadi tantangan bagi pemerintah karena apabila tidak berjalan dengan baik dapat berdampak menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku ekonomi dan berdampak inflasi. Selain itu, masih ada kekhawatiran di masyarakat bahwa redenominasi sama dengan sanering yang merupakan pemotongan nilai mata uang.

Karena itu, kata Agus, pemerintah akan melakukan hal tersebut secara hati-hati sehingga diharapkan tidak terjadi kegagalan dalam penerapan penyederhanaan rupiah tersebut. Menurut dia, untuk mendukung keberhasilan dalam proses tersebut, Indonesia pun belajar dari negara-negara yang telah berhasil menerapkan redenominasi seperti Turki, Rumania, Polandia dan Ukrania. (lia)

BERITA TERKAIT

Penilaian IGJ - Dua Aspek Lemahkan Indonesia Dalam Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia…

Gelar IPO, Bliss Properti Lepas 1,7 Miliar Saham

Satu lagi, perusahaan yang bakal mencatatkan saham perdananya di pasar modal adalah PT Bliss Properti Indonesia. Dalam prospektus yang diterbitkan…

Destination Principle Pacu Neraca Perdagangan

    Oleh : Hepi Cahyadi SE,MM., Staf Ditjen Pajak Kemenkeu Pada akhir maret 2019 pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…