Minim Sosialisasi, Transaksi Hanya Rp 500 Miliar Sebulan - Investasi Pasar Modal di Makassar

NERACA

Makassar – Besarnya minat investor pasar modal asal masakar memicu nilai transaksi meningkat tajam. Hal ini diakui pula Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal Makassar Fahmi Amiruddin.

Dia mengatakan, rata-rata investasi di pasar modal sebanyak Rp500 miliar dalam sebulan yang bersumber dari investor Makassar dan sekitarnya,”Sumbangan investasi dari Makassar di pasar modal Bursa Efek Indonesia, masih minim apabila melihat total investasi secara nasional di BEI sebanyak Rp4,5 triliun-Rp5 triliun per hari," katanya di Makassar akhir pekan kemarin.

Menurutnya, upaya mendorong para calon investor agar turun ke lantai bursa saham, pihaknya terus menyosialisasikan ke sejumlah elemen masyarakat, termasuk lingkungan kampus, perusahaan, dan kelompok masyarakat.

Dia menjelaskan pentingnya memberikan penyadaran tentang cara berinvestasi yang baik karena akan memberikan manfaat untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat, “Selain itu, juga mendorong pertumbuhan ekonomi baik di tingkat nasional maupun lokal, karena pertumbuhan pasar modal mencapai 32% per tahun,”paparnya.

Hal tersebut dibenarkan Wakil Presiden Pengembangan Bisnis PT OSK Nusadana Securities Indonesia Berlian Juveny. Menurutnya, berinvestasi di bursa saham akan lebih menjanjikan dibandingkan dengan di bank melalui produk deposito yang hanya memiliki "share market" 6,4%, kemudian mendapat potongan (gross net), sehingga tersisa hanya sekitar 5%, “Selain mendorong masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bursa saham, juga perlu mendorong perusahaan nasional dan lokal untuk "go public" dan turut meramaikan pasar efek,”tuturnya.

Kata Berlian, di Sulsel, selain dua perusahaan ternama yakni Bosowa Group dan Kalla Group yang sudah layak "go public", juga sejumlah perusahaan lokal yang sudah memenuhi kriteria untuk turun ke pasar bursa.

Namun, karena keterbatasan pengetahuan atau karena pertimbangan tertentu, akhirnya hingga saat ini belum ada satupun perusahaan di Sulsel yang "go public". (ant/bani)

BERITA TERKAIT

PRODUK UKM TERKENDALA MODAL DAN PEMASARAN

Perajin menyelesaikan proses pengecatan guci hias berbahan baku semen di salah satu tempat produk kerajinan usaha kecil menengah (UKM) Desa…

Iklim Investasi Sektor Industri Perlu Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Pemerintah terus berupaya membuat kebijakan strategis untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif. Upaya ini salah satunya…

Pameran Industri TPT Siap Dongkrak Investasi di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Peraga Expo kembali menggelar pameran industri TPT (Tekstil dan ProdukTekstil) terintegrasi bertaraf internasional terlengkap yakni…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…