Prioritas Land Targetkan 100% Penjualan Tower Khan - Membidik Pasar Kawula Muda

NERACA

Jakarta - Pengembang properti, PT Prioritas Land Indonesia (PLI), secara resmi meluncurkan menara apartemen terbaru dalam proyek Majestic Point Serpong, yakni Tower Khan. Apartemen ini terdiri dari dua tower dan memiliki total 839 unit di dalamnya. Mereka berharap, hingga akhir tahun ini penjualan Tower Khan sudah terjual 100%, menyusul kesuksesan Tower Lucia.

Direktur Utama PLI, Marcellus Chandra menuturkan, harga jual yang ditawarkan di apartemen Tower Khan ini berkisar mulai Rp298 juta untuk tipe studio berukuran 27 meter persegi, Rp450 juta untuk tipe one bedroom berukuran 36 meter persegi, serta Rp650 juta untuk tipe two bedroom berukuran 54 meter persegi.

“Apartemen ini terutama membidik kalangan mahasiswa dan keluarga muda. Ini karena lokasinya berada di depan Universitas Tarumanegara dan Universitas Gunadarma, yang sudah mendapat izin dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan segera dibangun tahun depan,” ujar Marcellus di Jakarta, Sabtu (8/12) pekan lalu.

Dia pun menyatakan bahwa perusahaan sudah menyiapkan investasi senilai Rp 350 miliar untuk menggarap proyek tersebut. Apartemen Tower Khan ini sudah mulai dibangun pada 7 Desember 2012 , dan rencananya serah terima kunci pada 2015 mendatang. Marcellus juga bilang, pihaknya memberi kemudahan bagi calon konsumen melalui skema pembayaran awal yang bisa dicicil 24 kali dengan biaya Rp8,5 juta per bulan.

Prioritas Land Indonesia bekerja sama dengan PT CBM sebagai kontraktor untuk segera melaksanakan tugas pembangunan unit apartemen tersebut. Pesatnya pertumbuhan properti di kawasan Serpong menjadi daya tarik perusahaan yang berdiri sejak 2010 ini masuk ke sana.

Sementara Paul Tanjung Tan, arsitek Majestic Point Apartment Serpong menambahkan, apartemen milik PIL ini didesain dengan melihat gaya hidup generasi muda yang menyukai rancangan simpel, dinamis dan kental kesan optimisme. Meskipun begitu, proyek ini juga tak menutup peluang bagi investor yang menginginkan imbal hasil melalui penyewaan unit apartemen.

Penyangga jadi incaran

Sebelumnya, PIL telah sukses membangun Majestic Point Nusa Dua Bali serta proyek Majestic Point Serpong Tower Lucia. Marcellus mengakui, pihaknya tertarik mendirikan hunian vertikal dua menara, lantaran pembangunan properti di wilayah Gading Serpong kian ramai. Di sekitar wilayah itu, sudah lebih dulu berkembang beberapa proyek properti, terutama yang digarap PT Summarecon Agung Tbk.

Kawasan penyangga seperti Bogor, Tangerang hingga Serpong yang terus berkembang pesat, menjadi pilihan utama saat ketersediaan lahan di ibukota Jakarta semakin sedikit. Tak dapat dipungkiri, pertumbuhan properti di kawasan-kawasan sekitar Jakarta dalam beberapa tahun terakhir berkembang dengan pesat.

Sebagian masyarakat pun harus memilih untuk tinggal di kawasan-kawasan penyangga ibukota. Selain di Bogor yang tetap berkembang dengan sejumlah properti, baik landed maupun vertikal, Serpong dan Kota Tangerang Selatan juga masih menjadi incaran. Apalagi, harga tanah di kawasan penyangga juga sudah mulai merangkak naik mengikuti harga tanah di Jakarta.

Berdasarkan riset Colliers International, menyatakan harga lahan di kawasan suburban seperti di Serpong bisa mencapai Rp10 juta per meter. Di Bekasi ada yang mencapai Rp6 juta per meter. Akibatnya, pengembang mulai berhitung untuk mengembangkan hunian vertikal karena harga lahan yang juga mulai tinggi. Maka tidaklah heran, di Serpong misalnya, menjadi kawasan strategis bagi Prioritas Land Indonesia membangun apartemen yang membidik pasangan muda dan mahasiswa lantaran menjadi pasar potensial.

BERITA TERKAIT

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Penjualan CPO Domestik Turun - Laba Bersih Wilmar Cahaya Anjlok 13,75%

NERACA Jakarta –Di tahun 2018, kinerja PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) pada 2018 kurang memuaskan karena laba bersih perseroan…

Bidik Penjualan Rp 5 Triliun - Produksi CPO Mahkota Group Capai 41.767 Ton

NERACA Jakarta -PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) membukukan produksi minyak sawit mentah Januari—Februari 2019 sebanyak 41.767 ton. Pada Januari 2019,…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha Baru Dibina

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian hingga saat ini membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri. Program strategis yang…

Komoditas Rempah Sasar Peluang Pasar Ekspor Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan komoditas rempah menjadi peluang Indonesia untuk menyasar pasar ekspor baru yang bukan…

Vokasi “Link and Match” SMK dan Industri Lampaui Target

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan sebanyak 2.600 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 750 industri yang akan terlibat dalam program…