BI Batam Fokus 3 Kebijakan di 2013

NERACA

Batam - Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan tiga koridor kebijakan terhadap bank konvensional dan syariah yang akan menjadi fokus kerja bank sentral tersebut menghadapi 2013. Tiga koridor tersebut yaitu pemeliharaan stabilitas sistem keuangan, penguatan ketahanan dan daya saing bank serta fungsi intermediasi perbankan, kata Kepala Divisi Mediasi Internal Grup Humas BI, Harimurti Gunawan di Batam, Jumat, pekan lalu.

Menurut Harimurti, terkait pemeliharaan stabilitas sistem keuangan, BI menerapkan kebijakan manajemen risiko terhadap kredit kepemilikan rumah dan kendaraan bermotor. Dalam hal ini dilakukan kebijakan uang muka minimal 30% terhadap pembelian rumah dan kendaraan bermotor secara kredit.

“Kebijakan ini bukan berarti BI tidak setuju masyarakat memiliki rumah dan kendaraan, namun perlu selektif dan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi gelembung ekonomi belajar dari krisis di Amerika Serikat (AS),” kata dia.

Koridor dua mengatur tentang kepemilikan saham bank umum, dimana jika ada beberapa bank yang dimiliki orang yang sama maka tidak boleh dilakukan merger dan solusinya melalui pembentukan holding company. Kemudian, koridor tiga mendorong akses layanan perbankan yang lebih luas, di mana inovasi dan teknologi menjadi poin strategis dalam koridor ini. “Ke depan bank dapat beroperasi tanpa membuka kantor baru dengan memanfaatkan teknologi,” tandas Harimurti. [ardi]

BERITA TERKAIT

Indonesia South Pacific Forum Tunjukkan Kebijakan Polugri di Pasifik

Indonesia South Pacific Forum Tunjukkan Kebijakan Polugri di Pasifik NERACA Jakarta - Forum Indonesia-Pasifik Selatan atau Indonesia South Pacific Forum…

Kebijakan Pemerintah dan BI untuk Mengejar Target Devisa Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa…

Kebijakan Publik - Perlu Perbaikan Data Pangan untuk Kurangi Kesemrawutan Impor

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu melakukan perbaikan data pangan untuk mengurangi kesemrawutan impor. Perbaikan data pangan juga perlu dilakukan sebagai…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Masifnya Penerbitan SBN Diklaim Tak Bikin Likuiditas Mengetat

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan bahwa masifnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejak…

Perbankan Dapat Dukungan TelkomGroup - Penuhi Standar PSAK 71

      NERACA   Jakarta - Penetapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)71 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020…

Pemerintah Serap Rp8,98 Triliun dari Lelang SBSN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp8,98 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…