Bank Ekonomi Relokasi Kantor Cabang di PIK

NERACA

Jakarta - PT Bank Ekonomi Raharja Tbk merelokasi kantor cabang pembantu Pantai Indah Kapuk (KCP PIK) Jakarta, dari semula di Rumah Sakit PIK ke Rukan (rumah kantor) Exclusive Mediterania Jalan Marina Golf dalam rangka memperluas jaringan dan pelayanan kepada nasabah.

"Relokasi cabang ini diharapkan mampu menyumbang kepada kinerja Bank Ekonomi ke depan, baik dari segi aset maupun penyaluran kredit," kata Direktur Jaringan dan Distribusi Bank Ekonomi, Gimin Sumalin dalam keterangan tertulis di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, relokasi kantor cabang pembantu (KCP) yang sebelumnya beralamat di Rumah Sakit PIK itu sekaligus menunjukkan dinamika Bank Ekonomi di mana sebelumnya berstatus sebagai kantor kas. Melalui relokasi KCP itu, Bank Ekonomi berupaya mendekatkan diri kepada para nasabahnya yang berada di Jakarta Utara, khususnya di wilayah PIK.

Dengan relokasi kantor Cabang Pembantu ini, Bank Ekonomi berharap dapat terus memperluas ekspansi jaringan perbankan di Jakarta Utara demi memudahkan transaksi para nasabah. Selain tetap fokus pada sektor bisnis, Bank Ekonomi KCP PIK juga melayani nasabah perorangan dan nasabah korporasi berskala besar dan di dukung oleh infrastruktur perbankan yaitu HSBC Universal Banking System (HUB) serta akses ke berbagai layanan perbankan lintas-batas sebagai bagian dari lembaga keuangan global.

Manajer Komunikasi Bank Ekonomi, Wahyu Adiguna mengatakan relokasi ini diharapkan dapat menambah kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan di tempat yang lebih luas dan modern. Bank Ekonomi merupakan penyedia layanan perbankan komersial yang didirikan pada tahun 1989 dan sampai dengan 9 September 2012 telah memiliki 97 kantor cabang di 29 kota di berbagai wilayah Indonesia, yang didukung oleh lebih dari 2.600 karyawan.

Bank tersebut telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sampai 31 Desember 2011, 98,94% sahamnya dimiliki oleh HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited selaku anak perusahaan dari HSBC Holdings Plc. [ardi]

BERITA TERKAIT

Ketika Ekonomi Melambat, Penerimaan APBN Makin Kritis

Oleh: Djony Edward Ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun makin diuji. Ditandai dengan menurunnya penerimaan pajak, naiknya…

Bank Dunia Beri Masukan Rencana Pembangunan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mendapat masukan dari Bank Dunia terkait perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia untuk lima…

SARAN BANK DUNIA KEPADA PRESIDEN JOKOWI - Pembangunan Infrastruktur Diminta Lanjut

Jakarta-Bank Dunia menyarankan pemerintah Indonesia melanjutkan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, kondisi infrastruktur dalam negeri dinilai tertinggal dibanding negara berkembang lain secara…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga dan Liquid Group Dukung Uji Coba QRIS Lintas Negara

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Liquid Group mengumumkan kemitraan strategis untuk mempelopori…

OJK Optimis Pertumbuhan Kredit di Sumsel Capai 12%

    NERACA   Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan tumbuh 12,0 persen…

OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Terkendali

  NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni, menilai stabilitas sektor jasa keuangan…